Berita Kudus
Ciptakan Game Ibadah Haji, Siswi di Kudus Sabet Tiga Kompetisi Internasional
Game edukasi pelaksanaan haji mengantarkan dua siswi Mts NU Banat Kudus meraih tiga juara dalam kompetisi internasional.
Penulis: raka f pujangga | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Game edukasi pelaksanaan haji mengantarkan dua siswi Mts NU Banat Kudus meraih tiga juara dalam kompetisi internasional.
Dua di antaranya meraih medali perak, dalam ajang Khayyam International Invention and Innovation Festival pada tanggal 14-15 Desember 2020 dan Indonesia International Applied Science Project Olympiad yang digelar 18-23 Desember 2020.
Tak puas hasil yang diraih tersebut, Syatta Imtiyaaz Thuvaila dan Dea Maulina Zukhrufa melakukan revisi game karyanya hingga mengantarkannya kembali menorehkan prestasi.
Kali ini, mereka meraih medali emas pada ajang Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) yang digelar 18-22 Februari 2021.
"Kami melakukan revisi dari Game Haji ini, ternyata hasilnya kami juara pertama dan memperoleh spesial reward dari AISEEF," ujar Syatta saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/3/2021).
Syatta menciptakan game tersebut karena kesulitan mempelajari pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan tempat yang luas untuk praktek.
Namun, dibantu dengan game ini maka para pelajar menjadi semakin mudah dalam memahami pelaksanaan ibadah haji.
"Jadi di game ini kita bisa miih mau tawaf, sai, tahalul, nanti ada perincian penjelasannya," ujar dia.
Setiap pelajar yang menggunakan game edukasi itu akan mendapatkan penjelasan yang menarik karena ada video animasinya.
Terakhir, ada sejumlah kuis yang bisa dikerjakan para pelajar pada akhir game tersebut.
"Ada kuisnya juga yang dikerjakan," ujar dia.
Untuk pembuatan game tersebut, Syatta dan Dea membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk menyelesaikannya.
Kesulitan dalam menyelesaikannya terletak pada saat pembuatan kodingnya, sehingga dibantu guru pembimbing.
"Paling sulit itu kodingnya, tapi saya juga dibantu sama guru pembimbing untuk menyelesaikannya," ujarnya.
Setelah memenangkan kompetisi internasional yang diikuti 450 peserta dari 20 negara, game karyanya akan diluncurkan ke Play Store.