Breaking News:

Berita Pendidikan

Ini Kunci Keberhasilan Belajar Daring Versi Dirjen Dikti

Teknologi dan kreativitas merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi, mahasiswa, instansi, dan pemerintah dalam menghadapi segala tantangan di masa.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi belajar daring 

Penulis: Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Teknologi dan kreativitas merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi, mahasiswa, instansi, dan pemerintah dalam menghadapi segala tantangan di masa depan, khususnya pada masa pembelajaran secara daring.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam menyampaikan, dalam satu tahun terakhir kegiatan belajar mengajar dipaksa bertransformasi dengan cepat menjadi daring, sementara tidak semua perguruan tinggi siap untuk melakukan pembelajaran daring.

Namun, ternyata hal ini justru meningkatkan kreativitas dari perguruan tinggi untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar harus terus berlangsung di tengah ketidaksiapan.

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Pesan Perdamaian Surat Al Hujarat

Baca juga: Sosialisasikan Gerakan Vaksinasi Bupati Pemalang Jalani Vaksinasi di Pasar Petarukan

Baca juga: Pantau Kinerja Anggota, 55 Mobil Patroli Polres Sragen Dilengkapi GPS

Baca juga: Mal Pelayanan Publik di Blora Ditarget Beroperasi Sebelum Lebaran

"Kita juga melihat berbagai kreativitas yang lahir dari perguruan tinggi di masa belajar daring ini. Begitu pun konten, modul pembelajaran yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu," kata Nizam, dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Sebagai upaya membantu perguruan tinggi yang belum siap sepenuhnya dalam melaksanakan pembelajaran daring, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyediakan platform digital untuk berbagi materi perkuliahan dan berbagi kelas secara daring antarperguruan tinggi.

"Dari platform ini kita bisa melihat semangat gotong royong, saling membantu antarperguruan tinggi di masa pandemi," ujarnya.

Ia menuturkan, selain beragam kreativitas, kolaborasi lahir dari perguruan tinggi. Selain itu, partisipasi perguruan tinggi dalam kegiatan di luar belajar daring, di antaranya menjadi relawan Covid-19, Kampus Mengajar, Kampus Membangun Desa, KKN Tematik, dan kontribusi mahasiswa kesehatan membuktikan semangat gotong royong mahasiswa dalam membantu mengatasi pandemi.

"Sehingga dari kegiatan ini mahasiswa dapat belajar dalam bersosialisasi, perkembangan karakter, melihat perbedaan, juga mengembangkan kompetensi yang dimiliki," jelas Nizam.

Sejalan dengan hal tersebut, Education & Science Counsellor Australian Government Department of Education, Skill and Employment, Elizabeth Campbell Dorning mengatakan, teknologi sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini dan menjadi kunci utama dari proses belajar daring.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Bupati Dico Pilih UMKM di Kendal yang Siap Untuk Mengekspor

Baca juga: Cabai Merah dan Tempe Jadi Penyumbang Utama Inflasi Kota Tegal Pada Februari 

Baca juga: Ditunjuk Uji Coba PTM April Mendatang, MAN 1 Pati Tetap Tunggu Izin Orang Tua Siswa

Baca juga: WhatsApp Center Polres Sragen, Ada Warga Minta Kenalan Hingga Curhat, Ini yang Response Polisi

Tetapi tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama dalam mengakses serta mengoperasikannya. Akibatnya, keadaan ini memberikan banyak pengalaman tersendiri bagi siswa dalam prestasi serta potensinya.

"Kita tahu teknologi sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini. Teknologi membantu kita dalam meningkatkan kemampuan mengakses untuk belajar juga kualitas pembelajaran. Kreatif menjadi solusi untuk masa mendatang bagi universitas, siswa, instansi dan pemerintah," jelas Elizabeth. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved