Breaking News:

Berita Kriminl

Istri Bantu Suami yang Sakit Edarkan Narkoba, Kini Ia Terancam Hukuman Mati, Sementara Suami Kabur

Seorang istri terancam hukuman mati setelah diajak suami untuk jadi pengedar narkoba.

Kompas.com/Istimewa
D anggota DPRD kota Palembang bersama rekannya yang ditangkap petugas gabungan BNN Sumsel lantaran terlibat jaringan narkoba antar provinsi, Selasa (22/9/2020).(HANDOUT) 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Seorang istri terancam hukuman mati setelah diajak suami untuk jadi pengedar narkoba.

Ironisnya sang suami kini justru buron dan belum tertangkap.

Ia berhasil kabur meninggalkan istrinya saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Sinopsis Flirting Scholar Bioskop Trans TV Pukul 19.30 WIB Penyamaran Stephen Chow Menjadi Siswa

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Palembang yang Terjerat Kasus Penyelundupan Narkoba Minta Tak Dihukum Mati

Baca juga: Sinopsis Danur 2 Maddah Movievaganza Trans7 Pukul 23.30 WIB Teror Hantu Noni Belanda

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kendal Hari Ini Sabtu 27 Maret 2021

Wanita yang kurang beruntung itu adalah Yati Surahman.

Ia adalah satu-satunya terdakawa peremuan dalam kasus yang melibatkan Doni mantan anggota DPRD Palembang.

Seperti halnya Doni, Yati juga dituntut hukuman mati karena terlibat jaringan pengedar lintas provinisi.

Sementara suaminya yang ikut ditangkap bersama komplotan tersebut, Joko Zulkarnain kabur saat menjalani perawatan di rumah sakit dan ia menjadi buron.

 Supendi kuasa hukum Doni dan lima rekannya mengatakan Yati telibat kasus tersebut karena kebutuhan ekonomi.

Desakan ekonomi yang dialami Yati karena suaminya sedang sakit. Namun Supendi tidak menjelaskan sakit yang dialami buronan Joko Zulkarnain.

Ia hanya menjelaskan penyakit itu membuat Joko tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Halaman
12
Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved