Breaking News:

Berita Karanganyar

Organda Karanganyar Berharap Mudik Diperbolehkan Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Organda Kabupaten Karanganyar berharap mudik lebaran 2021 diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat

Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Organda Kabupaten Karanganyar berharap mudik lebaran 2021 diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

Ketua Organda Karanganyar, Tri Haryadi menyampaikan, terkait larangan mudik tahun ini memang dilematis.

Di satu sisi adanya dampak kerugian bagi jasa angkutan umum karena tidak dapat mengakut penumpang dan di sisi lain saat ini masih pandemi Covid-19. 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada aturan yang mengatur apakah angkutan umum dibolehkan masuk ke Jakarta meski pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan melarang mudik lebaran.  

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa sih. Kalau pemudik dilarang, kita dibebaskan. Siapa yang mau diangkut," kata Tri saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (27/3/2021). 

Menurutnya, apabila kebijakan larangan mudik ingin benar-benar ditegakkan seharusnya semua moda transportasi juga harus diawasi. Dia khawatir apabila nantinya angkutan umum di terminal diawasi, justru moda transportasi lain seperti di bandara dan stasiun diperbolehkan mudik dengan protokol kesehatan. 

"Harapan kami kalau aturan ini ditegakkan, semua moda angkutan diawasi juga. Jangan hanya angkutan umum di terminal. Sementara di bandara, stasiun dengan Prokes," ucapnya. 

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat sudah mulai menggunakan moda transportasi umum untuk melakukan perjalanan dengan menerapkan protokol kesehatan. Beda halnya dengan awal pandemi, masyarakat cenderung masih takut untuk menggunakan transportasi umum. 

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, justru penerapan protokol kesehatan yang harus diperketat apabila mudik lebaran tahun ini diperbolehkan. 

"Mau diatur Prokesnya bagaimana kita nanti mengikuti. Kalau 50 persen kapasitas penumpang dan harus ada surat sehat ya dicek betul," terangnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karanganyar, Sri Suboko mengatakan, dijadwalkan Dishub se-Solo Raya akan mengadakan rapat koordinasi di Solo pada Selasa (30/3/2021).

"Membahas soal perkembangan terkini, termasuk larangan mudik. Strategi di masing-masing kabupaten," jelasnya. (Ais)

Penulis: Agung Dwi Ertarto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved