Breaking News:

Bom Makassar

Dampak Bom Makassar, Pastor Gereja Katedral Semarang Herman Yoseph Buat Aturan Baru Jelang Paskah

Antisipasi serangan terorisme pada perayaan Paskah, Gereja Katedral Semarang berlakukan barcode untuk jamaah yang hendak melaksanakan ibadah.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Satuan Sabhara Polrestabes Semarang lakukan sterilisasi di Gereja Katedral Semarang menjelang hari raya Paskah. Anjing pelacak dikerahkan untuk mendeteksi seluruh ruang misa. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antisipasi serangan terorisme pada perayaan Paskah, Gereja Katedral Semarang berlakukan barcode untuk jamaah yang hendak melaksanakan ibadah.

Pastur Paroki Katedral Semarang, Herman Yoseph Singgih Sutoro  mengatakan ibadah Paskah dimulai sejak hari Kamis hingga Minggu.

Pihaknya membagi dua sesi dalam ibadah tersebut.

"Nanti saat hari Paskahnya ada 8 sesi ibadah.

Hal ini diberlakukan  agar mematuhi protokol kesehatan," ujarnya, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, jamaah yang hadir untuk ibadah dibatasi.

Namun demikian pihaknya akan mengadakan misa secara virtual untuk jamaah yang tidak dapat tertampung.

"Kami membagi jamaah yang datang per wilayah. Jamaah dibatasi maksimal 400 orang," tuturnya.

Ia mengatakan, setiap jamaah yang hadir telah diberi kartu barcode sebagai tandai hadir.

Barcode tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi adanya aksi terorisme.

"Jadi yang punya barcode merupakan tanda umat kami," ujar dia.

Sementara itu Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng Solahuddin Ali telah mengajak GP Ansor dan Banser mendeteksi potensi kerawanan tindak terorisme, dan radikalisme di Jawa Tengah. 

Pada perayaan Paskah pihaknya telah mengarahkan GP Ansor maupun Banser untuk berkoordikanasi dengan TNI Polri.

"Jika kami diperlukan, kami sangat siap jika diperlukan.

Namun bila sebaliknya kami akan tetap memantau dan memberikan informasi kepada kepolisian apabila terjadi potensi kerawanan Terorisme dan radikalisme," tutur pria akrab disapa Gus Soleh.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved