Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar akan Ambil Sampel Guru dan Siswa yang Mengikuti Uji Coba PTM

DKK Karanganyar akan mengambil sampel para guru dan siswa yang mengikuti uji coba PTM secara acak.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Acara sosialisasi persyaratan protokol kesehatan dalam rangka PTM di Aula Mawar DKK Karanganyar, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar akan mengambil sampel para guru dan siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) secara acak.

Di Kabupaten Karanganyar ada lima sekolah yang direncanakan menggelar uji coba PTM. Lima sekolah tersebut ialah SMPN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar, MAN 1 Karanganyar dan MTsN 2 Karanganyar

Dalam rangka persiapan uji coba PTM, sebanyak 435 guru dari lima sekolahan tersebut sudah menjalani vaksinasi dosis pertama hari ini. 

"Kita sosialisasikan walaupun sekolah sudah mendapatkan sosialisasi apa yang perlu dipenuhi dalam PTM. Karena jangan sampai adanya uji coba ini menambah kluster baru. Sehingga perlu ada koordinasi dengan pihak sekolahan," kata Sekretaris DKK Karanganyar, Purwati usai acara sosialisasi persyaratan protokol kesehatan dalam rangka PTM di Aula Mawar DKK Karanganyar, Senin (29/3/2021). 

Selanjutnya, DKK akan melakukan monitoring ke sekolahan guna mengecek kesiapan sebelum dimulainya uji coba PTM. Dia menuturkan, setelah atau selama proses berlangsungnya uji coba PTM, dinas juga akan melakukan sampling dengan rapid antigen secara acak terhadap guru dan siswa.

"Uji coba setelah 14 hari berjalan akan kami sampling guru dan siswa untuk dilakukan rapid antigen. Atau selama proses PTM. Jumlahnya belum tahu," ucapnya. 

Purwati menjelaskan, apabila setelah dilakukan sampling secara acak dan ada yang terkonfirmasi Covid-19, proses pembelajaran dapat dihentikan. 

Dia menegaskan, siswa yang boleh mengikuti PTM harus mendapatkan izin dari orang tua. Selain itu kondisi siswa juga harus sehat. Sesuai aturan siswa yang akan memasuki kelas diukur suhu badannya terlebih dahulu. Apabila ada siswa yang suhu badannya melebihi batas normal atau 37 derajat celcius, yang bersangkutan akan diminta pulang dan tidak mengikuti PTM.

"Dalam PTM hanya boleh 70-100 orang. Pulang harus diantar jemput dan tidak boleh pakai kendaraan (angkutan) umum. Jadi betul-betul menerapkan prokes," jelasnya.  

Kepala SMPN 1 Karanganyar, Drajat Sri Widodo mengatakan, sebanyak 100 siswa dari kelas VIII akan mengikuti uji coba PTM pada awal April. Sedangkan bagi siswa tidak mengikuti PTM tetap mengikuti pembelajaran secara daring. Saat ini pihak sekolah sudah menyampaikan blangko surat izin kepada orang tua. 

"Di ruangan kita tandai mejanya, mana yang dipakai di masing-masing kelas. Per kelas ada 10 anak. Izin orang tua, kami sudah menyampaikan blangko surat kepada orang tua," terangnya. 

Meski yang akan mengikuti uji coba PTM hanya kelas VIII, siswa kelas VII dan IX juga diminta untuk mengisi surat pernyataan. Lanjutnya, langkah itu sebagai persiapan apabila nantinya ada penambahan jumlah siswa yang diperbolehkan mengikuti PTM tahap berikutnya. 

"Kami imbau kepada orang tua yang anaknya mengikuti PTM dapat diantar dan dijemput. Siswa yang mengikuti PTM (sejak 5-16 April) sama tidak berganti," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved