Breaking News:

Berita Karanganyar

Jenazah TKI Asal Karanganyar Disalatkan di Rumah Duka Sebelum Dikebumikan

Jenazah TKI, Supriyono (40) disemayamkan di rumah duka dan disalatkan lebih dahulu sebelum dikebumikan.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Supriyono (40) disemayamkan di rumah duka dan disalatkan terlebih dahulu sebelum dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Kamis (1/4/2021) malam.

Dari pantauan di rumah duka yang terletak di Dukuh/Dusun Bakaran Desa Sukosari Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar, tampak petakziah sudah menunggu kedatangan peti jenazah. Ambulance pembawa jenazah tiba di rumah duka sekira pukul 20.50. 

Setibanya di rumah duka, jenazah lantas di keluarkan dari ambulance untuk kemudian disalatkan di teras rumah. Selanjutnya jenazah lantas dibawa ke tempat pemakaman umum untuk dikembumikan.

Tampak beberapa anggota keluarga turut menghantarkan jenazah Supriyono ke tempat peristirahatan terkahirnya. Antara rumah duka dengan tempat pemakaman berjarak sekitar 500 meter.

Kades Sukosari, Sulardi menyampaikan, jenazah diberangkatkan dari Batam menggunakan pesawaf dan transit di Jakarta terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). 

"Berangkat dari Batam tadi pagi menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Dari Bandara Soekarno Hatta turun di Bandara Kulon Progo, perjalanan darat menuju ke Bakaran Sukosari," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Supriyono diketahui sudah lama bekerja sebagai TKI di Malaysia. Lanjut Sulardi, pihak desa mendapatkan kabar ayah tiga anak itu mengalami kecelakaan dan meninggal dunia di perairan wilayah Kabupaten Karimun Kepulauan Riau dari pihak keluarga. 

Diberitakan sebelumnya, Jenazah Supriyono ditemukan mengapung di Perairan Pangke Kabupaten Karimun pada Senin (29/3/2021). Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga, Supriyono bekerja di Malaysia sebagai pekerja konstruksi. 

Triyono (35) adik korban menuturkan, Supriyono berangkat ke Malaysia sekitar dua atau tiga minggu yang lalu. Dia mengatakan, kakaknya bekerja sebagai TKI sudah sejak 2000 lalu. 

"Berangkat dari rumah sekitar 2 minggu. Itu yang mengantar saya. Ke bandara di Kulon Progo," jelasnya.

Sejak bertolak ke perantauan, Triyono sudah tidak menjalin komunikasi dengan kakaknya. Kabar Triyono mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia diterima Triyono dari istri kakaknya pada Minggu (28/3/2021) pagi. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved