Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Slawi

Stok Pupuk Subsidi di Kabupaten Tegal Mencukupi, Namun Kendala Ini Belum Teratasi

Stok pupuk di Kabupaten Tegal dipastikan aman dan mencukupi.Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (TanKP) Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (31/3/2021). Pada kesempatan ini membahas mengenai stok pupuk subsidi di Kabupaten Tegal apakah aman atau tidak.  

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Stok pupuk di Kabupaten Tegal dipastikan aman dan mencukupi.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo.

Meski demikian ia mengungkap masih terdapat kendala terutama pada keterbatasan sistem dan daya serap yang masih rendah. 

Dijelaskan sesuai e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) kebutuhan selama setahun yang diajukan ke kementerian pertanian untuk pupuk urea bisa mencapai 26.789 ton.

Baca juga: 2 YouTuber Ditangkap karena Sebar Hoaks Penjarahan Rumah Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 2 Halaman 135 137 138 139 140 Subtema 3, Kupu-kupu Berhati Mulia

Baca juga: Pelaku Penyerangan Mabes Polri Zakiah Aini Disebut Sebagai Lone Wolf, Apa Itu Lone Wolf?

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 3 SD Halaman 193 194 196 197 199 200 201 202 203, dan 204

Sedangkan alokasi dari Kementan sebanyak 25.746 ton atau sekitar 96 persen. 

Lalu untuk SP-36 kebutuhan yang diajukan sebanyak 1.304 ton, sedangkan alokasi dari Kementan sebanyak 1.246 ton atau sekitar 95 persen. 

Untuk ZA kebutuhan yang diajukan sebanyak 1.276 ton sedangkan yang dialokasi sebesar 974 ton atau sekitar 76,3 persen. 

Dan yang paling rendah yaitu untuk NPK dari usulan 32.556 ton yang dialokasikan hanya sekitar 10.926 ton atau sekitar 33,5 persen saja. 

Adapun untuk organik dari usulan sekitar 21.000 ton yang dialokasikan hanya 5.336 ton atau sekitar 25 persen saja. 

"Kalau tidak ada penambahan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat, maka saya prediksi akses pupuk petani sampai akhir tahun akan semakin sulit. Karena alokasinya jika pada tahun 2020 contoh untuk tanaman padi ada 5 jenis pupuk (urea, SP-36, ZA, NPK, dan organik) saat ini hanya 3 jenis saja dengan jumlah yang sangat berkurang," jelas Toto, pada Tribunjateng.com, Rabu (31/3/2021).

Jika dilihat dari jumlah dosis, lanjut Toto, perbandingan antara tahun 2020 dengan 2021 juga cukup jauh.

Seperti pupuk urea untuk tanaman padi 1 hektar pada 2020 mendapat dosis 300 kilogram, sedangkan 2021 hanya 175 kilogram saja.

Pupuk SP-36 dan ZA untuk tahun 2021 ini tidak diberikan. Hanya NPK saja yang diberikan sebanyak 275 kilogram per hektar atau per bahu nya 46 kilogram.

Jika hal tersebut masih terus berlanjut, Toto mengaku khawatir karena akan menjadi pangkal permasalahan bagi petani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved