Breaking News:

Berita Pendidikan

Upgris Gelar Perkuliahan Tatap Muka Terbatas Mulai 5 April 2021

Universitas PGRI Semarang (Upgris) yang sudah siap laksanakan perkuliahan tatap muka terbatas. Berdasarkan hasil rapat akademik yang dilakukan, Upgris

Istimewa
Rektor dan para wakil rektor Upgris bertemu dengan Wali Kota Semarang untuk mengajukan izin perkuliahan tatap muka, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa perguruan tinggi sedang bersiap melakukan perkuliahan tatap muka sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Di antaranya, Universitas PGRI Semarang (Upgris) yang sudah siap laksanakan perkuliahan tatap muka terbatas. Berdasarkan hasil rapat akademik yang dilakukan, Upgris akan melaksanakan perkuliahan secara   hybrid (daring dan luring), atau perkuliahan tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat mulai 5 April 2021.

"Perkuliahan akan dilaksanakan secara bertahap. Perkuliahan luar jaringan (luring) akan dimulai bagi mahasiswa semester 2 dan 8," kata Rektor Upgris, Muhdi, dalam keterangannya di Semarang, Kamis (1/4/2021).

Ia menuturkan, segala bentuk protokol kesehatan di lingkungan kampus sudah tersedia dan lengkap. adanya tempat cuci tangan di berbagai tempat strategis, penyediaan hand sanitizer, pemasangan poster dan baliho tentang 5 M.

Selain itu, Upgris juga membentuk satgas Covid-19, mengatur tempat kuliah yang berjarak, petunjuk jaga jarak di tempat umum, penyemprotan disinfektan berjangka, ruang isolasi mandiri, serta klinik.

"Selain itu, dosen serta tenaga pendidik yang berjumlah 424 orang sudah 85 persen divaksin," ujarnya.

Muhdi menjelaskan jika perkuliahan luring dilaksanakan dengan beberapa ketentuan di antaranya perkuliahan yang dilaksanakan secara luring dengan menggunakan SOP Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi Covid-19.

Jumlah mahasiswa yang hadir mengikuti perkuliahan luring di setiap gedung perkuliahan (Gedung Pusat, Gedung Utama, Kampus IV) tidak lebih dari 50% kapasitas gedung per hari.

"Jumlah mahasiswa per kelas tidak lebih dari 50% kapasitas kelas, dengan durasi perkuliahan 50 menit/ 2 sks. Dosen memaksimalkan team teaching dalam pelaksanaan perkuliahan. Jadwal perkuliahan luring diatur oleh fakultas atau program studi dengan memperhatikan ketentuan yang sudah diubah sesuai dengan hasil rapat," jelas Muhdi.

Pihaknya juga sudah memesan alat Genose dari UGM. Hal ini agar bisa membantu Satgas untuk menelusuri sejak dini dosen, mahasiswa, serta tenaga pendidik jika terpapar Covid-19.

Setelah perkuliahan berjalan selama seminggu akan diadakan evaluasi, apabila berjalan baik akan dilanjutkan. Mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan secara luring wajib bebas Covid-19, dibuktikan dengan hasil Swab PCR, Antigen, atau Genose.

"Sedangkan, perkuliahan mata kuliah umum tetap dilaksanakan secara daring," tambahnya.

Tak hanya melakukan persiapan saja, Muhdi bersama Ketua YPLP PT PGRI Semarang, Bunyamin, serta para Wakil Rektor telah bertemu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk mengajukan izin penyelenggaraan kuliah tatap muka, kemarin.

Menurut Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, Pemkot Semarang terus berupaya menekan agar penyebaran virus covid-19 segera berakhir. Salah satunya turut serta dalam program vaksin serta mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Upgris merupakan kampus yang sudah siap menggelar perkuliahan tatap muka dengan baik. Sebagai syarat utama adalah ketersediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan yang lengkap. Karena itu kami restui Upgris untuk selenggarakan perkuliahan tatap muka dengan jumlah terbatas," katanya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved