Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Apa Itu Pohon Baobab? Viral Dibeli Crazy Rich Semarang dari Subang

Beberapa hari ini netizen dihebohkan dengan truk bermuatan pohon Baobab raksasa yang terlihat melalui jalur Pantura.

Tayang:
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Beberapa hari ini netizen dihebohkan dengan truk bermuatan pohon Baobab raksasa yang terlihat melalui jalur Pantura. 

TRIBUNJATENG.COM - Beberapa hari ini netizen dihebohkan dengan truk bermuatan pohon Baobab raksasa yang terlihat melalui jalur Pantura.

Diberitakan sebelumnya oleh Tribun Jateng, truk bermuatan pohon Baobab raksasa itu diangkut dari Subang, Jawa Barat.

Dadang sopir truk mulai mengangkut pohon raksasa tersebut ke Semarang, Jawa Tengah pada Senin (29/3/2021).

Pohon yang kerap disebut dengan Ki Tambleng tersebut dipesan oleh pengusaha Crazy Rich Semarang bernama David.

Baca juga: Cerita Sopir Truk Pengangkut Pohon Baobab Raksasa Crazy Rich Semarang, Ada Pantangan dan Kendala

Baca juga: Ini Alasan Crazy Rich Semarang Beli Pohon Baobab Raksasa dari Subang: Ada Potensi Hidup

Baca juga: Trik WA WhatsApp Anti Lemot dan Hemat Memori Penyimpanan

Baca juga: Instagram Bocorkan Fitur Baru Draft Stories, Bisa Simpan Insta Story Sebelum Diposting

Apa itu pohon Baobab?

Pohon Baobab atau ki tambleg adalah nama umum dari sebuah genus (Adansonia) yang terdiri dari delapan spesies.

Habitat asli pohon ini ada di Madagaskar, Afrika daratan dan Australia.

Nama umum lainnya dari pohon ini adalah boab dan boaboa.

Sedangkan di Indonesia, warga lokal sering menyebut pohon yang dapat mencapai tinggi 25 meter ini dengan Ki Tambleng, Pohon Kaki Gajah atau Asem Buto.

Di habitat aslinya, pohon raksasa ini  dapat menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120.00 liter.

Hal itu dikarenakan untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka.

Baobab diduga masuk ke Indonesia saat perdagangan laut melalui pedagang Timur Tengah yang awalnya tidak dikenali fungsinya.

Namun pada 2010, sepuluh pohon diketahui terdapat di lahan perkebunan tebu PT PG Rajawali 2 di Subang ke Kampus Universitas Indonesia, Depok.

Meski salah dari sepuluk pohon di depan perpustakaan itu sempat tumbang.

Selain itu pohon ini tercatat dalam koleksi tanaman yang dirawat di Kebun Raya Bogor.

Pada September 2013, Waduk Ria Rio mulai dibersihkan dan dihias dengan satu di antaranya adalah pohon Baobab yang terdapat di bagian selatan waduk.

Dilansir oleh Daily Mail, pohon Baobab di negara asalnya kini mulai ternacam punah akibat adanya perubahan iklim.

Di tempat aslanya, Baobab disebut sebagai pohon kehidupan karena menjadi bagian penting dalam keseharian warga Afrika.

Dalam jurnal yang diterbitkan Nature Plants, sejumlah pohon baobab tertua, bahkan beberapa di antaranya telah berusia hingga tiga ribu tahun kini sekarat karena meningkatnya suhu global.

Para peneliti menemukan ada 9 dari 13 pohon baobab tertua dan 5 dari enam pohon terbesar telah mati dalam 13 tahun terakhir. 

Pohon Baobab di Afrika
Pohon Baobab di Afrika (Pinterest)

"Diduga kematian baobab sebagian berkaitan dengan kondisi iklim yang mempengaruhi Afrika, khususnya bagian selatan," tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Sementara Stephan Woodborne, seorang ilmuwan senior di laboratorium iThemba di Johannesburg, Afrika Selatan, mengatakan,

"Dari pohon-pohon tertua yang pernah kita lihat di Afrika Selatan, tiga pohon yang lebih tua dari dua ribu tahun,

dalam 10 tahun terakhir, mereka semua sudah mati. Dari 11 pohon yang berusia seribu hingga dua ribu tahun,

enam di antaranya telah mati." ujar Woodborne.

Baobab merupakan pohon raksasa yang bisa tumbuh hingga ukuran selebar bus.

Pohon ini memiliki batang berongga yang dapat digunakan untuk gudang penyimpanan, penjara, dan dapur.

Di Limpopo, Globoe baobab dianggap sebagai tumbuhan baobab terbesar.

Batangnya yang besar berukuran lebih dari 154 kaki terbelah pada 2009.

Masih belum pasti apa yang menyebabkan kematian baobab raksasa itu.

Tetapi Woodborne percaya perubahan iklim adalah penyebab utama.

Pohon baobab sangat dihormati di Afrika dan telah menjadi pertahanan penduduk setempat selama berabad-abad.

Kelangsungan hidup pohon baobab sangat penting bagi orang-orang yang tinggal di sana.

Senyawa obat diekstrak dari daunnya, sedangkan buahnya kaya akan vitamin C yang bisa digunakan untuk makanan dan bijinya menghasilkan minyak. (tribunjateng/non)

Baca juga: Dwi Indriati Meninggal Kecelakaan di Tol Nganjuk-Madiun, Mobil Karimun Ringsek Kena Belakang Truk

Baca juga: Makam Teroris ISIS Zakiah Aini Ditinggalkan Keluarga Tanpa Bunga dan Nisan

Baca juga: Sopir Fortuner Acungkan Pistol Pelototi Warga Seusai Tabrak Perempuan Plat AD

Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Gedongsongo Bandungan, Hotel Green Valley Rusak Ratusan Rumah Terdampak

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved