Breaking News:

Vaksinasi

Viral Peserta Ber KTP Bukan Islam Tidak Bisa Mendaftar Vaksinasi, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Viral di media sosial peserta yang ber-KTP bukan islam tidak bisa mendaftar vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Muhammadiyah.

Istimewa
Logo Muhammadiyah 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial peserta yang ber-KTP bukan islam tidak bisa mendaftar vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Muhammadiyah.

Tidak lama setelah video itu beredar, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) memberi penjelasan soal video tersebut.

Dalam video berdurasi 32 detik yang diterima Kompas.com, terlihat seorang petugas menyatakan peserta vaksinasi yang ber-KTP non-Islam tidak bisa mendaftar.

Baca juga: 1.000 Kerangka di Brasil Dipindah untuk Beri Tempat Lebih Banyak bagi Korban Meninggal Covid-19

Baca juga: Sopir Fortuner Acungkan Pistol Pelototi Warga Seusai Tabrak Perempuan

Baca juga: Dybala, McKennie dan Melo Dihukum Karena Gelar Pesta saat Pandemi Covid-19, Juventus Pusing

Baca juga: Ini Penjelasan Muhammadiyah soal Video Viral KTP Non-Islam Tak Bisa Daftar Vaksinasi

"Yang mendaftar melalui online atau Loket.com, dengan kategori dengan catatan kategori pelayan publik Muhamadiyah, catatannya pelayan publik Muhammadiyah, kami mendapatkan informasi PIC-nya yang berada di belakang bahwa untuk KTP dengan agama non-Islam tidak bisa diregistrasi karena arahan dari PIC-nya, ya. Terima kasih," kata petugas itu.

Ketua Divisi Komunikasi Informasi MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budi Santoso menyatakan, isi video tidak benar, berikut pernyataan lengkap MCCC sebagaimana dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id:

1. Pemerintah sudah melibatkan berbagai kelompok keagamaan dan kelompok masyarakat dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19, salah satunya inisiatif Kementerian BUMN melibatkan Muhammadiyah dalam mengkoordinasi lansia dan pelayan publik Muhammadiyah (guru tenaga pendidikan, dosen, dll) untuk dilakukan vaksinasi. MCCC Muhammadiyah mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian pemerintah dalam hal ini.

2. Keinginan masyarakat yang begitu besar untuk segera mendapat vaksin, mengakibatkan warga di luar target sasaran yang dimandatkan kepada MCCC banyak yang ikut mendaftar, sementara kuota peserta terbatas sesuai mandat.

3. MCCC menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan kepada warga yang diluar target sasaran belum bisa dilayani di kegiatan tersebut.

4. Secara umum, target sasaran vaksinasi di Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia mengikuti mandat yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan dan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat.

5. Bahwa Muhammadiyah konsisten dalam mengemban misi kemanusiaan, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

6. Muhammadiyah akan terus mengerahkan seluruh RS Muhammadiyah dan Aisyiyah se indonesia untuk mensukseskan vaksinasi di Indonesia.

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, PMI Blora Fasilitasi Rapid Antigen Gratis untuk 350 Guru

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kendal Hari Ini Jumat 2 April 2021 Libur, Kembali Besok di Dua Titik

Baca juga: Api di Kilang Minyak Pertamina Balongan Kembali Membesar, Warga Dengar Suara Ledakan 2 Kali

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Jumat 2 April 2021, Hujan Turun Siang Hari

Dalam rilis terpisah, Budi menegaskan, Muhammadiyah konsisten mengemban misi kemanusiaan secara infklusif, termasuk melaksanakan program vaksinasi untuk semua warga tanpa memandang suku, agama, ras, dan pilihan politik.

"Muhammadiyah terus aktif mengerahkan seluruh RS Muhammadiyah dan Aisyiyah se Indonesia untuk mensukseskan vaksinasi dan mengatasi pandemi Covid-19, serta terus berkomitmen hadir membantu masyarakat dari semua golongan tanpa diskriminasi,” tutur Budi. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengam judul Penjelasan Lengkap Muhammadiyah Terkait Video Viral KTP Non-Islam Tak Bisa Daftar Vaksin

Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved