Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Sopir dan Kernet Bus Cemaskan Larangan Mudik

Musim mudik lebaran 2020 menjadi masa-masa sulit bagi Tio (31), sopir Perusahaan Otobus (PO) Dewi Sri.

Tayang:

Itu untuk gula teh silaturahmi dan baju baru anak. Karena saya percaya itu akan melancarkan rezeki," ujarnya. 

Tio berharap, pemerintah mempertimbangkan lagi atas kebijakan larangan mudik pada Lebaran 2021. 

Ia menilai kebijakan tersebut sangat berdampak terhadap penghasilan para sopir dan kernet bus. Terlebih upah yang diterima adalah harian setiap kerja. 

Tio mengatakan, jumlah sopir bus beserta kernetnya di PO Dewi Sri yang ada di Terminal Tipe A Kota Tegal saja mencapai 16 orang. 

Belum lagi dengan jumlah sopir dan kernet di perusahaan otobus lainnya atau daerah lainnya. Tentu ada ratusan, bahkan ribuan yang terdampak. 

"Ya kami berharap peraturan larangan mudik itu dipertimbangkan lagi. Seenggaknya dikasih kelonggaran, biar bisa tetap berangkat," ungkapnya. 

Seorang kernet bus, Iyan (40) mengatakan, larangan mudik tahun lalu membuatnya menganggur selama sebulan full. 

Ia kemudian harus bekerja sebagai pembantu truk pengangkut logistik sembako. 

Iyan berharap, musim mudik tahun ini kondisinya sudah normal seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Pemerintah tidak melarang adanya mudik.  Ia menilai justru pemerintah harusnya memperbolehkan mudik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Kalau kami sebagai buruh inginnya kaya dulu lagi normal. Namanya buruh, kalau gak kerja gak makan. 

Lain dengan pegawai yang dapat bulanan. Kami orang kecil dan orang susah," kata Iyan warga Kelurahan Margadana, Kota Tegal. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved