Terorisme
Kecurangan Pilpres Jadi Alasan Terduga Teroris Zulaimi Agus Jadi Pembuat Bom
Terduga teroris Zulaimi Agus mengungkap alasannya membuat dan menjadi pengajar pembuat bom.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terduga teroris Zulaimi Agus mengungkap alasannya membuat dan menjadi pengajar pembuat bom.
Rasa ketidakadilan menjadi latar belakang ia melakukan perbuatan itu.
Ia mengaku ingin menegakan keadilan dengan caranya sendiri.
Baca juga: Pengakuan Terduga Teroris Junaidi, Jemur Bahan Peledak di Depan Rumah 3 Hari, Tetangga Tidak Tahu
Baca juga: Cerita Awal Junaidi Terjerumus Dalam Lingkaran Terorisme, Ikut Kajian di Condet hingga Rakit Bom
Baca juga: Istri Terduga Teroris Sukabumi Terlilit Utang Bank, Jokowi Kirim Bantuan Uang Lewat Staf Khusus
Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sampangan Semarang, Warga Sekitar Pilih Bungkam
Zulaimi Agus, sebelumnya ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi.
Ia kemudian mengungkapkan alasannya menjadi pembuat dan pengajar bom aseton peroksida (TATP).
Motif tersebut diungkapkan Zulaimi melalui video yang tersebar di kalangan awak media.
Dalam video itu, dia mengatakan motivasi utamanya lantaran tidak ada lagi keadilan di Indonesia.
Ketidakadilan tersebut pertama kali dirasakannya saat kerusuhan demonstrasi menuntut adanya dugaan kecurangan pilpres di Kantor Bawaslu, Sarinah, Jakarta Pusat pada 21-22 Mei 2019 lalu.
"Saya Zulaimi Agus, saya belajar TATP atau Aseton Peroksida sejak pasca kerusuhan Mei 21 - 22 di depan Bawaslu."
"Saya belajar membuat bahan tersebut dari blog blog internet dengan cara mengaktifkan VPN," kata Zulaimi.
Zulaimi menyatakan pihaknya ingin membalas terhadap tindakan kesewenangan aparat kepolisian yang disebut telah melakukan kekerasan terhadap para demonstran.
"Motivasi saya membuat TATP, saya merasa negara ini tidak ada keadilan."
"Saya ingin membalas, sebelum membalas saya ingin menegakan keadilan dengan cara saya sendiri atas tindakan aparat Brimob yang bertindak sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," ujar dia.
Zulaimi mengungkapkan keahliannya itu pun diajarkan kepada sejumlah terduga teroris yang juga turut ditangkap Densus 88 Antiteror di Jakarta-Bekasi.
Dia mengajarkan keahliannya itu di rumah terduga teroris lainnya berinisial HH di Condet, Jakarta Timur.
Baca juga: Terduga Teroris Klaten Berpendidikan Tinggi & Pendakwah, Kuliah di Yogya Lalu Ke Sumatera Barat
Baca juga: Sudah Sekitar 60 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88, Terkait Mabes Polri Baru 1 Orang
Baca juga: Cek-cok dengan Istri, Suami Ngamuk di Rumah Mertua, Keponakan Jadi Sasaran hingga Tewas
"Saya mengajarkan cara pembuatan TATP tersebut kepada HH, Jery, Malik, Naufal dan Bang Jun di rumah HH di garasi," jelas dia.
Di sisi lain, Zulaimi mengaku tergabung dalam organisasi Front Pembela Islam (FPI) di salah satu kantor DPC di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Saya bergabung dengan organisasi FPI tahun 2019 di wilayah DPC Serang Baru Kabupaten Bekasi sebagai wakadiv jihad."
"Saya bergabung dengan majelis Yasin Walatif diajak oleh Bambang alias Abi dikenalkan HH," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terduga Teroris Zulaimi Agus Beberkan Alasannya Menjadi Pembuat dan Pengajar Bom Aseton Peroksida,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penangkapan-terduga-teroris-di-purwokerto-2.jpg)