Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Terduga Teroris

Pengakuan Terduga Teroris Junaidi, Jemur Bahan Peledak di Depan Rumah 3 Hari, Tetangga Tidak Tahu

Pengakuan terduga teroris Ahmad Junaidi membuka fakta baru terkait gerakan radikal tersebut.

Tayang:
Editor: rival al manaf
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengakuan terduga teroris Ahmad Junaidi membuka fakta baru terkait gerakan radikal tersebut.

Dia mengakui sempat terlibat dalam pembuatan bom berbahan aseton peroksida (TATP).

Dalam video pengakuannya yang tersebar di awak media, Ahmad mengaku pernah diminta menjemur bahan peledak di rumahnya oleh terduga teroris lainnya Zulaimi Agus.

Baca juga: Cerita Awal Junaidi Terjerumus Dalam Lingkaran Terorisme, Ikut Kajian di Condet hingga Rakit Bom

Baca juga: Istri Terduga Teroris Sukabumi Terlilit Utang Bank, Jokowi Kirim Bantuan Uang Lewat Staf Khusus

Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sampangan Semarang, Warga Sekitar Pilih Bungkam

Baca juga: Terduga Teroris Klaten Berpendidikan Tinggi & Pendakwah, Kuliah di Yogya Lalu Ke Sumatera Barat

"Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur berbentuk bahan peledak yang dari aseton dan HCL selama 3 hari di rumah dan lalu saya serahkan kembali kepada Agus," kata Ahmad.

Setelah dijemur, Ahmad menuturkan bahan peledak itu kemudian menjadi berbentuk seperti bubuk.

Kemudian, bahan peledak itu dimasukannya ke dalam toples.

"Setelah itu, saya kumpulkan menjadi 3 toples sosis dalam bentuk serbuk yang sudah kering," ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bersama jamaah lainnya pernah pergi ke Sukabumi untuk dapat keahlian kekebalan tubuh oleh seseorang yang dipanggil Abah Popon.

"Adapun pengajuan mengajak kami para jamaah pergi ke Sukabumi ke Abah Popon untuk pengisian (kebal) untuk jaga jaga keamanan diri masing-masing," tukas dia.

Ahmad Junaidi menjadi salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta dan Bekasi.

Ahmad Junaidi diketahui terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP).

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad Junaedi dalam video yang tersebar di kalangan awak media.

Dalam video itu, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu saat mengikuti jamaah pengajian Yasin Walatif.

"Saya tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib HH Condet dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jamaah pengajian," kata Ahmad.

Usai kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved