Berita Viral
Viral Dalang Boyolali Hajar Perangkat Gamelan dengan Godam, Ternyata Ini Alasan Ki Gondho Wartoyo
Viral video seorang pria ngamuk merusak alat musik tradisional pengiring pewasayangan dengan palu godam besar.
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Viral video seorang pria ngamuk merusak alat musik tradisional pengiring pewasayangan dengan palu godam besar.
Dalam video viral tersebut ternyata sengaja direkam dan disebarkan ke media sosial sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena tidak bisa dapat izin pentas.
Video berurasi 13 detik menggambarkan detik-detik pria tersebut secara membabi buta menghancurkan alat-alanya di depan rumah.
Baca juga: Cerita Awal Junaidi Terjerumus Dalam Lingkaran Terorisme, Ikut Kajian di Condet hingga Rakit Bom
Baca juga: Raffi Ahmad Foto Bareng Jokowi & Iriana, Prabowo Tak Kelihatan, Netizen: Mungkin Dicrop Kali
Baca juga: Muncul Semburan Api Disertai Lumpur di Dekat Bekas Sumur Bor Buatan Belanda Daerah Indramayu
Baca juga: Ditanya Soal Desakan Permintaan Maaf Ke Jokowi, AHY Tak Hiraukan Wartawan
Sembari mengayunkan palu berukuran sekitar satu meteran itu, dia sembari mengumbarkan kekesalannya karena pandemi.
"Setahun wis ora olih pentas, gamelan didol ora payu, didol rosok wae, sopo seng arep tuku..sopo seng arep tuku (setahun tidak bisa pentas, gamelan dijual tidak laku, dijual rosok saja)," katanya sembari meluapkan kekesalannya.
Usut punya usut, dia adalah pelaku seni pewayangan Ki Dalang Gondho Wartoyo.
Ki Gondho Wartoyo Pria 40 tahun warga Dukuh Bulu RT 004 RW 003, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Lantas kenapa Dalang Wartoyo melakukan itu?
Ya, Wartoyo sudah puluhan tahun di dunia pewayangan itu mengaku sengaja menghancurkan alat-alatnya karena protes kepada pemerintah.
Mengingat selama setahun terdampak pandemi Covid-19, tetapi tak ada penyelesaian.
"Izin pentas sudah satu tahun tidak ada," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).
Bahkan secara blak-blakan dirinya mengungguh video singkat di media sosial pribadinya.
"Sengaja saya lakukan agar bisa didengar oleh pemerintah, dengan menghancurkan gamelan dan beberapa alat pertunjukan," ujarnya.
Ki Wartoyo menceritakan betapa terpuruknya pelaku seni di masa pandemi, karena sama sekali tidak mendapatkan penghidupan akibat tak ada pentas.
“Ya pokonya gara-gara pandemi saya bersama pelaku seni lain merasa frustasi, tidak bisa menampilkan pertunjukan seni, wayangan, dan aktifitas seni lain,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ki-dalang-gondo-wartoyo-menghancurkan-alat-pentas-untuk-pewayangan-di-boyolali.jpg)