Breaking News:

PPKM

DPRD Kota Semarang Dukung Kelonggaran PPKM

DPRD Kota Semarang mengapresiasi keputusan Pemerintah Kota Semarang melonggarkan aktivitas usaha.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mengapresiasi keputusan Pemerintah Kota Semarang melonggarkan aktivitas usaha dan sosial budaya pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, selaku wakil rakyat pihaknya sangat setuju dan mendukung kelonggaran yang telah dievaluasi dan disepakati bersama Forkopimda Kota Semarang.

Menurutnya, kelonggaran ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat maupun para pengusaha.

"Ini sesuatu yang menurut saya dapat menambah semangat, khususnya pengusaha baik menengah ke bawah mapun menengah ke atas," papar Pilus, sapaannya, Selasa (6/4/2021).

Selain kelonggaran aktivitas usaha, lanjut dia, kelonggaran kegiatan sosial budaya serta hiburan juga akan berdampak baik terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, selama ini dunia hiburan sangat terdampak akibat adanya pembatasan. Dia berharap, kelonggaran ini bisa membangkitkan sektor hiburan.

"Kegiatan sosial budaya, semisal hajatan boleh maksimal 200 orang. Itu sudah luar biasa. Ada kelonggaran untuk mengundang sanak saudara," tambahnya.

Mengenai aktivitas Ramadan, Pilus juga sepakat untuk diperbolehkan menggelar tarawih di tempat ibadah. Seperti diketahui, Ramadan tahun lalu, tarawih tidak diperbolehkan di tempat ibadah. Masyarakat beribadah di rumah masing-masing. Namun, karena tren Covid-19 kini mulai menurun dan vaksinasi mulai meluas, dia mendukung adanya kelonggaran aktivitas ibadah di masjid ataupun musala.

"Tinggal bagaimana pengelola konsisten terhadap protokol kesehatan. Saya kira masyarakat Kota Semarang sudah paham hal itu. Perubahan perilaku di era new normal kini sudah terbentuk," paparnya.

Dia berharap, adanya kelonggaran ini membuat para pelaku usaha dan masyarakat semakin patuh. Artinya , tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran selama Ramadan nanti.

"Apapun harus saling menghormati. Kalau harus tutup jam 24.00, ya tutup. Mudah-mudahan setelah lebaran tren turun dan vaksin semakin merata sehingga bisa segera kembali normal," ucap Pilus.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved