Ganjar Pranowo
Ganjar Tegur Lagi Guru Gantungkan Masker di Dagu, Ngobrol Berdekatan
Saat masuk ke ruang guru, lagi-lagi Ganjar menemukan guru yang ngobrol berdekatan tanpa mengenakan masker.
"Evaluasi ini kia sampaikan, agar semua peduli. Saya orang yang meyakini disiplin prokes dan SOP harus dimulai dari guru, bukan di murid. Murid relatif lebih gampang diatur kalau diperingatkan, lha gurunya yang memperingatkan siapa. Maka saya minta sekolah harus membuat tim Covid-19. Tadi saya tanya, mereka sudah mendapatkan izin dari dinas untuk UKK, jadi memang boleh," tegasnya.
Ganjar juga akan memerinthakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mengecek berapa sekolah yang mendatangkan murid, apakah untuk pembelajaran tatap muka atau UKK.
"Tidak boleh colong-colongan. Pengawasan ini sulit, apalagi kalau ada yang tidak izin. Kalau yang sudah izin, bisa kita ngecek satu-satu. Nanti akan saya suruh cek, kalau banyak ya akan kami evaluasi dulu. Kalau ada yang melanggar, ya ditutup ndak boleh lagi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Hidayah, Fitri mengatakan pihaknya belum menggelar pembelajaran tatap muka.
Siswa yang masuk hanya siswa yang melaksanakan UKK.
"Kami sudah izin ke Disdikbud Provinsi terkait hal ini. Siswanya juga kami batasi, perkelas hanya 11 siswa dan jaraknya 1,5 meter," katanya.
Adanya temuan Ganjar tentang guru yang tidak patuh prokes akan segera dievaluasi. Perintah Ganjar membentuk tim Covid-19 juta akan dilaksanakan.
"Tadi kebetulan pak Gubernur menemukan ada guru yang tidak pakai masker, saya tanya ternyata sedang makan. Kalau keseharian SOP prokes insyaalah sudah kami jalankan. Akan kami evaluasi lagi untuk lebih baik," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-cek-masker-guru.jpg)