Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Terlelap Selama 7 Hari, Echa Diduga Idap Sindrom Purti Tidur, Ayah: Sebelumnya Pernah 13 Hari

Seorang pelajar asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) tertidur pulas selama tujuh hari terakhir.

KOMPAS. com/ANDI MUHAMMAD HASWAR
Echa, pelajar asal Banjarmasin tertidur pulas di rumahnya selama 7 hari. Echa diduga mengidap sindrom tidur. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang pelajar asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) tertidur pulas selama tujuh hari terakhir.

Siti Raisa Miranda (16) tidur sejak Kamis (1/4/2021).

Diduga, Raisa yang kerap dipanggil Echa itu mengalami sindrom putri tidur.

Baca juga: Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru Jumat 9 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar

Baca juga: Tarif Listrik Bakal Naik, Ini Besaran Kenaikan Tagihan Pelanggan 900 VA dan 1300 VA

Baca juga: Polisi Tantang Siapapun yang Komentar Soal Tewasnya 6 Laskar FPI Jadi Saksi

Baca juga: Briptu Polisi Dwi Menghadap Illahi, Mobil Menabrak Truk Lawan Arah, Terguling Berulang Kali

Echa adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Mulyadi dan Siti Lili Rosita merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

 
Menurut ayah Echa, Mulyadi, anak gadisnya kerap tidur berhari-hari.

Sindrom tersebut dialami Echa sejak ia berusia 13 tahun.

Ia sering tertidur pulas.

Namun terkadang sembuh dan hidup seperti orang kebanyakan.

"Kalau tidak kena sindrom itu normal aja.

Sekolah, main sama temannya.

Selama pandemi belajar online dan kerjakan tugas juga lancar, tapi kalau sudah tidur seperti ini, ya begini," ucapnya.

Ia bercerita  Echa pernah tertidur pulas selama 13 hari tanpa bangun sedikit pun kecuali saat diberi makan dan minum serta buang air.

Itu pun harus dibantu oleh kedua orangtuanya karena kondisinya sangat lemas karena kantuk.

"Paling lama dia tidur sampai 13 hari.

Kami khawatir juga, tapi kami paksa beri makan dan minum agar dia bertahan," jelasnya.

Diagnosis epilepsi

Mulyadi bercerita, Kamis (8/4/2021) adalah hari kedelapan Echa tertidur pulas.

 
Ia sempat membawa Echa ke RSUD dr Ansari Salahe Banjarmasin.

Oleh dokter, Echa didiagnosis penyakit epilepsi.

Selama dirawat di rumah sakit, Echa dalam posisi tidur pulas dan menggunakan infus.

Karena kondisinya tak berubah, Echa dibawa pulang ke rumah.

"Selama dia di rumah sakit, dia hanya di infus.

Mending kami bawa pulang dan rawat di rumah," tutur Mulyadi.

Walaupun dalam keadaan tidur, Mulyadi membangunkan anaknya untuk disuap makanan dan minuman.

Echa bangun tapi dalam kondisi lemas karena kantuk yang sangat.

"Kami coba bangunkan kalau kami suap agar dia tak kelaparan.

Buang air juga begitu," tambah dia.

"Dalam empat bulan ini dia sudah tertidur selama dua kali, terakhir Desember 2020, setelah itu sembuh dan sekarang tidur lagi," ungkapnya.

Mulyadi berharap, Echa dapat sembuh dari sindrom putri tidur dan menjalani hidup normal seperti anak sebayanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Idap Sindrom Putri, Echa Tertidur Selama 7 Hari, Dokter Sempat Diagnosis Epilepsi"

Baca juga: Kata Menag soal Doa dari Semua Agama: Orang Disuruh Doa kok Ribut, Salahnya Doa Ini Apa?

Baca juga: Polisi Tangkap Mrs World yang Copot Paksa Mahkota Ratu Kecantikan Mrs Sri Lanka

Baca juga: Diduga Sopir Truk Telat Ngerem, Pemotor yang Berhenti di Lampu Merah di Sragen Tewas Terlindas

Baca juga: Tiga Bersaudara Ini Sembunyikan Sabu di Setang Motor dan Gagang Sapu, Polisi: Kami Lebih Jeli

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved