Berita Internasional

Aparat Myanmar Luncurkan Granat, 80 Demonstran Tewas, Jenazah Ditumpuk 

Jenazah pengunjuk rasa ditumpuk di pagoda kota Bago, setelah kembali terjadi kerusuhan dalam demo menentang kudeta militer 1 Februari.

Editor: m nur huda
STR / AFP
Pengunjuk rasa bersembunyi di belakang barikade usai melemparkan dan bom molotov dan proyektil menggunakan ketapel ke arah pasukan keamanan dalam aksi protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (17/3). 

TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW - Lebih dari 80 demonstran tewas setelah aparat Myanmar menembaki mereka dengan senapan granat.

Jenazah pengunjuk rasa ditumpuk di pagoda kota Bago, setelah kembali terjadi kerusuhan dalam demo menentang kudeta militer 1 Februari.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menerangkan, mereka yakin sekitar 80 pengunjuk rasa terbunuh.

"Ini seperti pembantaian. Mereka menembak dari balik bayangan," ujar Ye Htut kepada media lokal Myanmar Now.

Di media sosial, banyak warga kota yang berlokasi sekitar 90 km dari Yangon terpaksa melarikan diri, dilansir Sky News Minggu (12/4/2021).

Junta militer melakuan kudeta pada 1 Februari, dan menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

Tatmadaw, nama resmi junta, memberlakukan keadaan darurat selama setahun, memblokir internet, dan menerapkan jam malam.

Kerusuhan pun pecah hampir setiap hari, di mana aparat mengerahkan tank hanya untuk membubarkan massa.

Junta militer mengeklaim mereka mengudeta karena partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mencurangi pemilu November 2020.

Lebih dari 80 demonstran tewas terjadi setelah AAPP merilis laporan, sekitar 43 orang tewas dalam kekerasan.

Lebih dari 600 orang terbunuh di tangan aparat, demikian laporan AAPP yang mendapat sanggahan dari AAPP.

Juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun pada Jumat (9/4/2021) berdalih, 248 warga sipil dan 16 polisi tewas.

Pihaknya membantah disebut menggunakan senapan mesin untuk memukul mundur massa penentang kudeta.

Sementara itu, aliansi etnis bersenjata menyerang pos polisi pada Sabtu (10/4/2021), dan membunuh setidaknya 10 penegak hukum.

Pos di Naungmon diserang oleh aliansi Tarakan Army, Pasukan Pembebasan Nasional Ta'ang, Aliansi Tentara Nasional Myanmar.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved