Berita Semarang
Harga Bunga Tabur Naik Jelang Ramadan, Sampai Rebutan Saat Kulakan
Berziarah ke makam saat jelang bulan suci Ramadhan sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa. Biasanya, mereka yang datang untuk mendoakan keluarga yang t
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berziarah ke makam saat jelang bulan suci Ramadhan sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa. Biasanya, mereka yang datang untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal juga melakukan ritual nyekar atau tabur bunga.
Tradisi ini menjadi berkah tersendiri bagi penjual bunga tabur.
Seperti yang terlihat di pemakaman umum (TPU) Bergota jalan Kiai Saleh Semarang.
Sejumlah lapak penjual bunga tabur di kawasan tersebut tampak ramai pembeli.
Banyak di antara pengunjung yang datang, mampir terlebih dahulu ke lapak-lapak yang telah mengambil tempat di sepanjang bahu jalan.
"Biasanya kalau mau ke makam memang beli bunga dulu di sekitar TPU, bisa langsung sekalian untuk nyekar," kata Siti (52), satu di antara peziarah yang mampir di lapak penjual bunga tabur kawasan TPU Bergota, Minggu (11/4/2021) sore.
Berkah bagi Wiwik, salah satu penjual bunga tabur di kawasan tersebut.
Wiwik yang terlihat dagangannya terus diserbu pengunjung itu mengatakan, dalam tradisi ruwahan ini memang banyak peziarah datang dan mampir membeli bunga tabur.
Menurutnya ramainya peziarah jelang bulan Ramadhan sudah menjadi momentum setiap tahunnya.
Ia menyebut, momen tersebut akan berlangsung hingga satu hari sebelum Ramadhan tiba.
"Sudah 40 tahunan saya jualan bunga tabur.
Biasanya jelang bulan Ramadhan memang ramai pembeli sampai H-1," ungkapnya.
Wiwik melanjutkan, saat momen jelang Ramadhan ini sudah dipastikan harga bunga juga mengalami kenaikan harga.
Seperti jelang Ramadhan ini, kata dia, harga bunga mengalami kenaikan hingga 50 persen.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi tingginya permintaan bunga tabur hingga membuat stok terbatas.