Breaking News:

Kriminal

Kades Sukowarno Korupsi Dana Covid Rp 187,2 Juta, Buat Selingkuh dengan Istri Tetangga

Askari, salah satu oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan (Sumsel), dituntut 7 tahun penjara.

Istimewa
Kades Sukowarno. 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Askari, salah satu oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan (Sumsel), dituntut 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejari Lubuk Linggau. 

Selain itu, Askari, juga dituntut untuk wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar 187,2 juta.

Pasalnya, sebagai seorang Kades, Askari, diduga menilep dana Covid-19 yang diperuntukan bagi warganya.

Kasus penyelewengan dana Covid-19 yang dilakukan oknum Kades Sukowarno, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Askari kini sudah masuk tahap persidangan.

"Dengan ketentuan apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta benda dapat disita, dan apabila tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 2,5 tahun," tegas JPU Kejari Lubuk Linggau, Sumar Herti SH.

Didalam tuntutan setebal lebih dari 50 halaman tersebut, penuntut umum mengganjar terdakwa melanggar pasal Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

"Hal-hal yang memberatkan bahwa sebagian dana digunakan terdakwa untuk bermain judi, main perempuan dan membayar hutang. Bahwa perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah dalam pemberantasan Korupsi serta menimbulkan kerugian negara,"ujar Sumar Herti.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Supendi meminta waktu satu pekan kepada majelis hakim guna mempersiapkan pembelaan atas tuntutan (pledoi) yang akan dibacakan secara tertulis pada Senin mendatang.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi bantuan Covid-19 diduga dana desa tahap dua dan tiga tahun 2020 senilai Rp187,2 juta tidak diberikan terdakwa.

Bantuan itu semestinya diberikan kepada 156 kepala keluarga masing-masing Rp 600 ribu namun justru digunakan terdakwa untuk membayar utang pribadi, bermain judi toto gelap (togel), dan judi remi.

Selain itu, diketahui juga pada persidangan sebelumnya fakta baru terungkap langsung dari terdakwa bahwa selain dana covid digunakan bermain judi, juga terdakwa mengaku membelanjakan uang itu untuk bayar DP mobil selingkuhan terdakwa yang juga istri orang satu desa. 

(*)

Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved