Berita Semarang
Mengintip Aktivitas Ramadan di Ponpes Lansia Banyubiru Kabupaten Semarang
Memasuki bulan suci Ramadan pondok pesantren (Ponpes) pada umumnya lebih banyak meningkatkan aktivitas religi
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Memasuki bulan suci Ramadan pondok pesantren (Ponpes) pada umumnya lebih banyak meningkatkan aktivitas religi seperti mengaji kitab-kitab, dan tadarus dari selepas sahur sampai menjelang berbuka puasa.
Tapi tidak dengan Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Mengingat santri tidak hanya terdiri oleh orang dewasa melainkan juga para lanjut usia (Lansia).
Kepala Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat, M Solikin mengatakan selama Ramadan selain mengaji para santri yang rata-rata orang dengan kategori lansia lebih banyak dibekali beragam pelatihan.
"Misalnya cara membuat ekstrak jahe hingga pengolahan kopi tradisional. Kemudian hasil olahan santri biasanya dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung.
Karena Ponpes Lansia ini ditetapkan destinasi wisata religi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/4/2021)
Menurut Solikin, lokasi berdirinya ponpes yakni Desa Gedong bersama 54 desa lainnya ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Semarang.
Sehingga sebagai mitra pemerintah memiliki kewajiban mendorong pengembangan pariwisata, dan juga membuka peluang usaha bagi para petani dan UMKM di Desa Gedong.
Ia menambahkan, ponpes Lansia didirikan pada 2018 dan berada di ketinggian 800 Mdpl. Kondisi alam yang asri dengan konsep bangunan pondok tradisional dinilai menjadi nilai tambah bagi para santri menetap.
"Total santri Lansia ada sekira 150 orang. Sebanyak 105 orang santri merupakan warga setempat, sisanya yaknin 20 orang santri dari luar kota menetap di asrama. Selain mengaji, pelatihan disini juga ada layanan berkunjung ke rumah warga lansia,” katanya
Pihaknya mengungkapkan, selama Ramadan seusai sahur dan salat subuh para santri pendatang diajak berwisata menikmati keindahan matahari terbit di lereng Gunung Gajahmungkur, Kabupaten Semarang.
Pendiri Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat, Winarno menyatakan, belum lama ini pihaknya telah menginisiasi materi daur ulang sampah bagi santri lansia ke dalam kurikulum Sekolah Lansia.
Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen kegiatan bareng melibatkan empat komunitas. ]
Yakni Komunitas Sahabat Babinsa, Komunitas Sego Jumat Ambarawa, Komunitas Sayur Barokah Ngablak, dan Pesantren Lansia Raden Rahmat Banyubiru.
"Dengan adanya budaya mendaur ulang sampah diharapkan masyarakat luas akan semakin peduli dalam menjaga lingkungan. Terlebih kegiatan ini bisa dilakukan lintas usia dan generasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-santri-lansia-sedang-mengikuti-pengajian-al-quran-di-ponpes-lansia.jpg)