Ramadan
Masjid Jami Pekojan Berikan Pembatasan Jamaah Yang Hendak Menikmati Bubur India
Bubur India merupakan menu takjil yang dibagikan secara gratis tiap ramadan di Masjid Jami pekojan Semarang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Bubur India merupakan menu takjil yang dibagikan secara gratis tiap ramadan di Masjid Jami pekojan Semarang.
Hidangan berbuka tersebut dimasak dan dihidangkan oleh keturunan Gujarat India sejak ratusan tahun yang lalu.
Ahmad Ali satu diantara Kaum Muslim keturunan India yang menyajikan menu tersebut. Dia merupakan generasi kelima yang menyajikan menu tersebut.
"Saya sudah tujuh tahun menggantikan senior-senior saya memasak bubur India," ujarnya, Rabu (14/4/2021).
Menurutnya, bubur India merupakan hidangan menu berbuka puasa yang disajikan sejak 200 tahun silam.
Bubur india dimasak menggunakan beras dan bumbu rempah-rempah, loncang, seledri, kayu manis serta jahe. Bubur India dimasak dengan menggunakan dua jenis santan yaitu kental dan cair.
"Hal inilah yang membedakan bubur India dan bubur lainnya," ujarnya.
Menurutnya, memproses bubur India setiap harinya menghabiskan 20 kilogram beras. Bahan-bahan yang digunakan membuat bubur India berasal dari sponsor dari masyarakat.
"Kalau buburnya buatnya disini. Kalau sayurnya pemberian dari masyarakat. Tidak hanya itu takjil kurma, air mineral juga dari masyarakat," ujarnya.
Protokol Kesehatan
Ali menuturkan penyajian takjil bubur India selama pandemi corona juga mengedepankan protokol kesehatan. Pihak Masjid membatasi jamaah yang berbuka puasa di tempat.
Masyarakat yang menginginkan bubur India disarankan untuk membawa pulang.
"Kami menyajikan 200 porsi bubur India. 100 porsi kami berikan ke masyarakat untuk dibawa pulang. Yang makan di tempat hanya dibatasi 100 porsi saja," jelasnya.
Ia mengatakan, Masjid Jami Pekojan juga memberikan jarak bagi para jamaah saat berbuka puasa. Meski ada pembatasan, pihaknya juga masih melayani jamaah yang hendak berbuka puasa di Masjid.
"Karena ini bulan penuh keberkahan kami tidak bisa terlalu keras. Kami memang menyajikan 100 tapi kalau ada yang datang kami masih layani," tandasnya.