Breaking News:

Berita Karanganyar

Uji Coba PTM Berjalan Lancar, Bupati Karanganyar Usul Guru Segera Jadi Sasaran Prioritas Vaksin

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, belum mendapat laporan adanya kendala dalam pelaksanaan uji coba PTM selama dua pekan

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Siswa mengikuti uji coba PTM di SMPN 1 Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengusulkan supaya para guru menjadi sasaran prioritas penerima vaksin pasca selesainya pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi SMPN, SMA/SMK Negeri serta MA.

Seperti diketahui bersama, uji coba PTM telah dilaksanakan di lima sekolahan yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar selama dua pekan mulai Senin (5/4/2021). Lima sekolahan tersebut ialah SMPN 1 Karanganyar SMKN/SMAN 1 Karanganyar, MAN 1 Karanganyar dan MTsN 2 Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, belum mendapat laporan adanya kendala dalam pelaksanaan uji coba PTM selama dua pekan.

Dia tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang waktu pelaksanaan PTM.

Namun, Yuli berharap, para guru supaya mendapatkan prioritas sebagai sasaran vaksinasi sebelum PTM diperpanjang.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar telah mengajukan tambahan dosis vaksin ke Dinkes Provinsi untuk pelaksanaan vaksinasi para guru.

"Vaksin ini kami ajukan ke Pemprov. Kami fokuskan kepada guru," katanya kepada Tribunjateng,com, Jumat (16/4/2021).

Sebelum uji coba PTM, para guru sekolah yang menyelenggarakan uji coba telah menerima vaksin dosis pertama.

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng, Suratno mengatakan, sesuai aturan setelah uji coba PTM selama dua pekan akan dilakukan evaluasi selama satu minggu. Selama menunggu evaluasi, pembelajaran dilakukan secara daring.

Dia menuturkan, secara umum pelaksanaan uji coba PTM di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng berjalan baik dan tidak ada masalah. Baik itu SMA/SMK Negeri di Kabupaten Karanganyar, Sragen dan Wonogiri.

"Di tingkat provinsi akan ada evaluasi selama 1 pekan, berhenti dulu. Kalau dianggap sukses, tidak ada kendala, tidak ada persebaran Covid misalnya itu. Nanti ada dua kemungkinan, menambah siswa dalam satu sekolah dan menambah jumlah sekolah yang ada dalam 1 kabupaten," jelasnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved