Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Alasan Ganjar Belum Membangun Jawa Bagian Selatan Karena Ada Risiko Bencana Besar

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut, pembangunan di sisi selatan (Jasela) tidak dilakukan serius lantaran ada bencana besar yang mengintip.

Istimewa
Pengamat pariwisata yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Prof Indroyono Soesilo memaparkan pendapatnya soal KEK Pariwisata Jasela pada acara webinar 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut, pembangunan di sisi selatan (Jasela) tidak dilakukan serius lantaran ada bencana besar yang mengintip.

Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Jateng itu saat Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng, Rabu (14/4/2021).

"Terkait bencana, ada peringatan dini di wilayah selatan. Itu kenapa selatan tidak dibangun, padahal banyak orang selatan yang ingin ada pembangunan. Tim dari ITB mengatakan ada potensi megathrust di perairan Hindia," kata Ganjar.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Padang, Ramadhan Hari ke-5, Sabtu 17 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Pekanbaru, Ramadhan Hari ke-5, Sabtu 17 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Jambi, Ramadhan Hari ke-5, Sabtu 17 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Palembang, Ramadhan Hari ke-5, Sabtu 17 April 2021

Jika ingin membangun, lanjutnya, harus dipikirkan betul- betul mitigasi bencananya. Seperti halnya pembangunan Bandara Internasional Jogja atau NYIA dimana bangunannya dekat dengan laut.

Jika terjadi megathrust berupa gempa besar dan tsunami, kata dia, wilayah selatan semisal Kebumen dan Purworejo harus dipikirkan. Sedangkan Cilacap relatif aman dari hantamam tsunami dengan asumsi terdapat Pulau Nusakambangan.

Namun demikian, pengamat pariwisata yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Prof Indroyono Soesilo menuturkan kaget dengan ucapan Ganjar tersebut.

Lantaran sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Kecuali di Kalimantan. Karenanya ibukota negara akan dipindah di daerah tersebut.

"Masalah bencana, kan bisa di-counter dengan mitigasi bencana. Saya kaget, ternyata Jateng selatan tidak dikembangkan karena itu," kata Indroyono saat menjadi narasumber di webinar pengembangan Jasela pada sektor pariwisata, Jumat (16/4/2021).

Ia memaparkan, dalam pengembangan pariwisata di Jasela harus membutuhkan tiga aspek: aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

Untuk aksesibilitas, kata dia, sangat penting. Kawasan Jasela akan hidup jika tol Cilacap-Jogja sudah dibangun. Begitu juga dengan kereta dan moda transportasi lain yang dinilai sudah siap.

Kemudian, amenitas atau penyediaan hotel, restoran, dan lain-lain juga penting. Yang tidak kalah penting yakni atraksi atau destinasi. Destinasi bisa alam, buatan, budaya, dan olahrga.

Putra dari seorang tokoh Cilacap Soesilo Soedarman ini mengatakan Jasela akan maju jika antar-kepala daerahnya bisa berkomunikasi aktif terkait pariwisata.

Terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, ia sangat mendukung. Saat ini, KEK pariwisata ada di Tanjung Lesung Pandeglang Banten dan Borobudur.

"Daerah yang bisa masuk ke KEK yang sudah berpotensi. Misalnya, Banyumas dan Cilacap. Kebumen hanya untuk mendorong," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved