Breaking News:

Berita Semarang

Momen Hari Kartini, Tia Hendi: Perempuan Harus Bisa Berpartisipasi dalam Pembangunan

21 April menjadi sejarah bagi para perempuan Indonesia, tak terkecuali bagi Krisseptiana Hendrar Prihadi.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanggal 21 April menjadi sejarah bagi para perempuan Indonesia. Tak terkecuali bagi Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Tia Hendi.

Bagi Tia, Hari Kartini menjadi momen penyemangat untuk meningkatkan kualitas diri perempuan agar mampu terlibat dalam pembangunan.

Dia menyebutkan, jumlah perempuan di Kota Semarang saat ini lebih banyak dibanding jumlah laki-laki. Maka, hal penting yang perlu ditekankan yakni perempuan harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

"Pembangunan kan bukan hanya untuk laki-laki saja tapi merata untuk semua warga termasuk perempuan, anak-anak, maupun disabilitas. Kita harus bisa berkontribusi untuk itu," terang Tia, Selasa (20/4/2021).

Istri Wali Kota Semarang itu menyampaikan, perempuan masa kini ranahnya tidak hanya menjadi konco wingking yang hanya mengurus seputar kasur, dapur, sumur. Lebih jauh, kata dia, perempuan harus meningkatkan potensi. Perempuan harus paham mengenai kesehatan dasar keluarga, cara mendidik anak, pola asuh anak, dan berpartisipasi untuk lingkunganya.

Apabila berkesempatan turut meningkatkan ekonomi keluarga, seorang perempuan harus dapat menggali potensi dirinya.

"Bekerja itu tidak harus di luar rumah, di dalam rumah pun bisa dengan mengembangkan UMKM sesuai kemampuan dan hobi. Pemkot Semarang tentu sangat mendukung itu melalui program Gerai Kopimie dan diberikan berbagai pelatihan," jelasnya.

Selaku Ketua TP PKK, dia pun berupaya menjalankan 10 program pokok PKK sebagai bentuk kontribusi perempuan dalam pembangunan Kota Semarang.

Semua lini ia masuki mulai dari pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan sebagainya. Hal itu tentunya untuk kesejahteraan masyarakat terutama kaum perempuan.

Tak hanya memberi support bagi kartini keluarga, Tia juga mendorong para kartini milenial untuk bisa menjadi generasi yang hebat. Menurutnya, pembangunan Kota Semarang ke depan ada di tangan para kartini milenial. Dia pun berharap mereka bisa memilah dan memilih hal yang baik dan tidak baik.

"Belajar dan ibadah menjadi yang pertama. Bersekolah dan bergaul yang baik sertam mampu bersosialisasi di lingkungan. Kami harap kartini milenial ini bisa menjadi generasi yang hebat," ucapnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved