Berita Regional
Diterkam Beruang, Petani Ini Tak Berdaya Melawan hingga Terluka Parah
Dahrun hanya bisa berteriak minta tolong, tak bisa melawan. Petani tersebut mengalami luka parah pada bagian kepala dan wajah.
TRIBUNJATENG.COM - Seorang warga diserang beruang madu liar di hutan Dusun Sukaherang, Pekon (desa) Kedaung, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Dahrun hanya bisa berteriak minta tolong, tak bisa melawan.
Petani tersebut mengalami luka parah pada bagian kepala dan wajah.
Baca juga: Kode Redeem ML Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar di Mobile Legends
Baca juga: Melisa Istri Jason Pemukul Perawat RS Siloam Diperiksa Polisi: Saya Fokus Ringankan Hukuman Suami
Baca juga: Penting! Ini Tanda Pria Telah Mencintai Setulus Hati
Baca juga: Isi Ceramah Kenapa Masuk Islam Dianggap Menista Agama Hindu, Dosen Uhamka Made Darmawati Minta Maaf
Beruntung, Dahrun masih bisa selamat setelah diserang oleh binatang bernama latin Helarctos malayanus itu.
Sedang memperbaiki saluran air
Kapolsek Pardasuka, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lukman Hakim mengatakan, Dahrun saat itu sedang memperbaiki saluran air di kebun area Hutan Register 21, Senin (19/4/2021) pukul 15.30 WIB.
“Lokasi kebun ada di Hutan Register 21 yang tidak jauh dari permukiman rumah korban,” kata Lukman saat dihubungi, Selasa (20/4/2021).
Tanpa disangka, tiba-tiba muncul beruang madu yang langsung menerkam Dahrun.
Kepala dan wajah Dahrun menjadi sasaran gigitan dan cakaran beruang.
Tidak bisa melawan
Lukman mengatakan bahwa korban saat itu tidak bisa memberi perlawanan dan berteriak-teriak meminta pertolongan.
Beruang itu pun terus menyerang Dahrun sampai tergeletak tak berdaya.
Setelah menyerang Dahrun hingga tergeletak, beruang kemudian pergi.
“Korban tidak bisa melawan dan hanya mampu berteriak minta tolong.
Beruang itu pergi setelah korban tergeletak tak berdaya,” kata Lukman.
Alami luka parah
Mendengar teriakan minta tolong, petani lain segera mendatangi Dahrun yang sudah terkapar.
Dahrun lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
Kondisi Dahrun mengalami luka parah akibat terkaman beruang.
“Meski tidak mengakibatkan korban tewas, terkaman satwa buas itu membuat korban luka parah dan harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Husada Pringsewu,” kata Lukman.
Masyarakat diminta waspada
Atas kejadian tersebut, Lukman meminta warga tidak mendekati lokasi kejadian untuk sementara waktu.
“Antisipasi terjadinya penyerangan kembali kami telah imbau warga untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di hutan register.
Selain itu juga kami akan melakukan koordinasi dengan dinas kehutanan Provinsi Lampung,” kata Lukman.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengaku belum menerima laporan resmi, namun pihaknya siap membantu warga.
Humas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Bengkulu-Lampung, Irham menyebut beruang madu memang satwa dilindungi.
“Meskipun ini bukan kewenangan BKSDA tapi kami tetap membantu jika nanti ada laporan resmi, karena Beruang Madu termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan P.106 Tahun 2018,” kata Irham. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Detik-detik Dahrun Diterkam Beruang, Berteriak Minta Tolong dan Alami Luka Parah"
Baca juga: Yenny Wahid Perkenalkan Konsep Sekolah Damai, Tujuannya Perkuat Toleransi di Lingkungan Pendidikan
Baca juga: Rachudi, Perajin Rebana dan Bedug Tiga Generasi di Batang Tetap Bertahan Meski Diimpit Pandemi
Baca juga: Suporter Macan Muria Ulang Tahu ke-18, Harapan Mereka Persiku Kudus Bisa Naik Kasta
Baca juga: Kode Redeem ML Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar di Mobile Legends
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bocah-ini-dihukum-ditinggal-sendirian-di-hutan-yang-banyak-beruangnya-akhirnya-hilang_20160530_195603.jpg)