Berita Batang
Rachudi, Perajin Rebana dan Bedug Tiga Generasi di Batang Tetap Bertahan Meski Diimpit Pandemi
Wajah pria Ilham Rachudi nampak serius, dengan sesekali terlihat guratan kerut pada wajahnya.
Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
Penulis : Dina Indriani
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Wajah pria Ilham Rachudi nampak serius, dengan sesekali terlihat guratan kerut pada wajahnya.
Jari-jari kedua tangannya mengatur letak kulit kambing yang akan dipasang pada tabung kayu untuk dijadikan rebana.
Dibantu kedua lutut yang menjepit tabung kayu, Ruchadi meletakkan alat pemasang kulit rebana kemudian menguatkannya dengan baut
Baca juga: Ratusan Industri di Batang Langgar Perda RTRW Ekploitasi Air Bawah Tanah
Baca juga: Digarap Kementerian PUPR, Sejumlah Pekerjaan KIT Batang Ditarget Rampung Juni 2021
Baca juga: Jadwal Imsak & Buka Puasa Besok di Kabupaten Batang, Ramadan Hari ke-9, Rabu 21 April 2021
Sambil mengencangkan baut pada kayu, dia menekan-nekan bagian tengah kulit, untuk mengukur kekencangan kulit.
Saat ada sisi yang dinilai terlalu kencang, dia melonggarkan baut pada sisi itu, sambil mengencangkan pada sisi lain.
Begitulah kesibukannya sehari-hari di lokasi pembuatan kerajinan rebana dan bedug di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Jawa Tengah.
Ilham Ruchadi merupakan generasi ketiga dalam keluarganya yang telah menekuni kerajinan rebana sejak tahun 2000.
Menurutnya, bisnis kerajinan rebana adalah prospek yang cukup bagus.
Bahkan, rebana buatannya sudah ia pasarkan hingga ke berbagai kota seperti Sumatra, Kalimantan bahkan hingga Malaysia dan Brunei.
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun lalu tidak dipungkiri juga berimbas pada bisnisnya.
Pada bulan ramadan ini pun ini, pesanan rebana mau pun bedug tidak begitu banyak padahal momentum tersebut biasanya ia bisa meraup pundi-pundi rupiah.
Walau begitu ia tetap bertahan meski tak banyak pesanan karena ia ingin tetap melestarikan kerajinan yang sudah lama menghidupi keluarganya tersebut.
"Alhamdulillah walaupun pesanan tidak banyak, yang terpenting kami masih bisa mempertahankan bisnis kerajinan turun temurun ini," ujarnya kepada tribunjateng, Selasa (20/4/2021).
Dalam satu bulan ia mampu membuat lima set rebana dengan harga kisaran Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per set berukuran 30 centimeter hingga 38 centimeter.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Bandung, Ramadhan Hari ke-9, Rabu 21 April 2021
Baca juga: Besok, Siswa Kelas 6 SD di Batang Bakal Ikuti PAT Luring
Baca juga: Besok, Siswa Kelas 6 SD di Batang Bakal Ikuti PAT Luring
"Untuk bahan bakunya kami menggunakan kulit kambing jawa, kayu mahoni atau kayu nangka karena membuat suara lebih bagus, kalau jenisnya ada bas, habsyi, darbuka, keprak, tam-tam," jelasnya.
Tidak hanya membuat kerajinan, Ruchadi juga membuka jasa servis rebana dan bedug.
"Untuk servisan biasanya saya hargai Rp 100 Ribu perbuah atau ganti kulit," pungkasnya.(din)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :