Breaking News:

Pendidikan

Yenny Wahid Perkenalkan Konsep Sekolah Damai, Tujuannya Perkuat Toleransi di Lingkungan Pendidikan

Toleransi di lingkungan pendidikan dipandang perlu untuk ditingkatkan lagi. Hal itu menjadi upaya untuk penguatan nilai-nilai keberagaman.

Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Direktur The Wahid Institute Zanuba Ariffa Chafsoh atau Yenny Wahid sesuai mengisi seminar bertajuk "Identitas Nasional, Politik Identitas, dan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia" Ruang Tan Ik Hay, Fakultas Hukum Kampus UKSW Jalan Kartini Salatiga, Rabu (2/10/2019). 

Editor: Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Toleransi di lingkungan pendidikan dipandang perlu untuk ditingkatkan lagi.

Hal itu menjadi upaya untuk penguatan nilai-nilai keberagaman dan perdamaian di lingkungan pendidikan.

Untuk mewujudkannya, Wahid Foundation dan Mitra Sekolah Damai Gelar Jateng EduFest 2021

Baca juga: Kode Redeem ML Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar di Mobile Legends

Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar dan Ketentuan dari Free Fire

Baca juga: Wakil Rektor 1 Universitas Ivet Terbitkan Buku Manajemen PAUD Terpadu

Baca juga: Suporter Macan Muria Ulang Tahu ke-18, Harapan Mereka Persiku Kudus Bisa Naik Kasta

 

Mengambil tema Urip Rukun, Jateng Gayeng, acara akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kartini yang merupakan tokoh Nasional dari Jawa Tengah,  Rabu, 21 April 2021 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB (secara virtual).

Diharapkan, kegiatan ini menjadi ajang berbagi cerita baik dan inspiratif yang telah dilakukan oleh Sekolah Damai di Provinsi Jawa Tengah.

Melalui website dan zoom, beberapa narasumber juga dijadwalkan menyampaikan pidato pra diskusi, yakni: Yenny Wahid (Direktur Wahid Fondation), Perwakilan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Nadiem Anwar Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI).

Tema peningkatan budaya toleransi diangkat sebagai upaya untuk mengembangkan bina damai di sekolah-sekolah yang terwujud melalui praktik toleransi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kelas.

Menurut Mauliya Risalaturrohmah, Capacity Building Officer dari Wahid Foundation, festival pendidikan ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus – menerus melakukan kampanye budaya toleransi dan promosi perdamaian dalam membangun iklim lingkungan sekolah yang inklusif dan nyaman bagi semua golongan.

"Untuk itu, tema “Urip Rukun, Jateng Gayeng” dipilih sebagai salah satu entry point untuk mengangkat budaya masyarakat Jawa Tengah dalam festival ini," ucapnya.

Rangkaian kegiatan ini dikemas untuk mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk mencegah intoleransi dan ekstrimisme.

Selain itu, sekolah - sekolah diajak mempromosikan perdamaian dan keberagaman.

Baca juga: Rachudi, Perajin Rebana dan Bedug Tiga Generasi di Batang Tetap Bertahan Meski Diimpit Pandemi 

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Kendari, Ramadhan Hari hari ke-9, Rabu 21 April 2021

Baca juga: Halau Pemudik, Polres Sragen Lakukan Swab Kepada Pengguna Jalan dari Luar Jateng

"Di sela-sela acara juga akan diselingi dengan Pemberian Penghargaan kepada perwakilan 5 sekolah damai, antara lain: Kepala Sekolah Inspiratif, Guru-guru Inspiratif, Rohis Inspiratif, dan OSIS Inspiratif dari 5 Sekolah Damai di Jawa Tengah. Selain itu, juga akan dihelat Deklarasi Sekolah Damai Pro-Toleransi," tambahnya.

Harapan lain, pengembangan budaya damai di Sekolah ini bisa menjadi basis dalam mendorong terbitnya regulasi pendidikan toleransi dan gerakan bersama khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

“Sehingga, penyelenggaraan pendidikan di Jawa Tengah berprinsip pada nilai demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata Mauliya. (*)

Editor: rival al manaf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved