Breaking News:

Mudik

Pemkot Solo Mulai Karantina Pemudik Sebelum Tanggal 6 Mei 2021, Lamanya 5 Hari

Ahyani menyampaikan mereka yang nekat pulang kampung bakal diminta menjalani isolasi selama 5 hari. 

Tribun Jateng/ Daniel Ari Purnomo
Gapura Makuta jadi lokasi penyekatan pemudik masuk Kota Solo. 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani menyampaikan mereka yang nekat pulang kampung bakal diminta menjalani isolasi selama 5 hari. 

“Sebelum 6 Mei, isolasi 5 hari bagi pemudik sudah bisa diterapkan. Sesudah ini kami akan membuat sosialisasinya. Bukan berarti memberi kesempatan untuk mencuri start (mudik, red) tapi untuk memberi tahu jika ada prosedur (karantina) seperti itu,” ungkapnya, Rabu (21/4/2021).

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/1156, perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi/negara hanya diizinkan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan kepentingan mendesak nonmudik. 

Kepentingan yang dimaksud adalah bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan kepentingan persalinan. 

Adapun pendatang yang menetap paling sedikit 1x24 jam wajib mengantongi surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), serta hasil uji negatif swab PCR  atau swab antigen maksimal dua hari sebelum diperiksa Tim Cipta  Kondisi. 

“Jika tidak mampu menunjukkan dokumen tersebut, maka pelaku perjalanan tersebut akan dikarantina selama lima hari di tempat yang disiapkan pemerintah, yaitu Solo Techno Park (STP) atau di hotel jika mereka mampu membayar sendiri,” jelasnya.

Sementara, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, mewakili Kapolresta Solo mengatakan, 5 lokasi pos pantau pencegahan arus mudik telah dipastikan. 

Lokasi itu meliputi Tugu Makuta, Pos Banyuanyar, Simpang Faroka, Batas Kota Jurug, Simpang Joglo, dan satu pos pelayanan di Benteng Vastenburg. 

Menurutnya, dikarenakan Solo Raya masuk aglomerasi, kepolisian sedikit memberi kebabasan kendaraan berpelat nomor AD. 

Namun, bila pelat nomor berasal dari luar Kota Solo, pengguna kendaraan akan di-swab dan menjalankan karantina meskipun hasilnya negatif.

Adhyt menambahkan, petugas skrining turut mengecek pengguna kendaraan merupakan pemudik atau warga lokal namun menggunakan pelat nomor luar Kota Solo.

(*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved