Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Kartini

Single Parent dan Hidupi 3 Anak Sebagai Ojol, Wanita Ini Jadi Inspirasi di Kartini Award

Seorang perempuan bernama Sri Widati, warga RT 3 RW 3, Krajan Barat IV, Kelurahan Jangli mengaku kaget.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Eka Yulianti
Jaringan Jurnalis Perempuan Jawa Tengah bersama PT Mandom Indonesia memberikan penghargaan kepada sosok perempuan bernama Sri Widati, warga RT 3 RW 3, Krajan Barat IV, Kelurahan Jangli, Selasa (20/4/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang perempuan bernama Sri Widati, warga RT 3 RW 3, Krajan Barat IV, Kelurahan Jangli mengaku kaget saat rombongan Jaringan Jurnalis Perempuan Jawa Tengah bersama PT Mandom Indonesia mendatangi kediamannya, Selasa (20/4/2021).

Wanita kelahiran 27 April 1975 tersebut mendapatkan penghargaan sebagai wanita inspiratif dalam Mandom Kartini Award.

Penghargaan ini diberikan tentu bukan tanpa alasan.

Kegigihan dan ketangguhannyalah yang menyedot perhatian jurnalis perempuan dan PT Mandom Indonesia untuk menyematkannya sebagai satu diantara 35 wanita inspiratif.

Baca juga: Anak Hilang di Semarang, Hingga Tengah Malam Hanya Ditemukan Kaus di Dekat Rel Kereta dan Kuburan

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Bandar Lampung, Ramadhan Hari ke-9, Rabu 21 April 2021

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Palembang, Ramadhan Hari ke-9, Rabu 21 April 2021

Menjadi single parent sudah ia jalani selama enam tahun. Dia berjuang menghidupi tiga buah hatinya bernama Yudistira Widi Pratama (26), Viorita Aditianingtyas (22), dan Safira Aulia Harwita (16).

Perjuangan itu pun tidak mudah. Dia harus banting tulang mencari nafkah dan mendidik anak-anaknya.

Mereka pun berprestasi berkat didikan ibunya. Sejumlah medali dan piala kejuaraan karate dan berbagai olimpiade terpampang di rumahnya.

Sehari-hari, ia menjadi seorang mitra ojek online. Di samping bekerja dan mendidik anak-anaknya, ia harus merawat kakaknya yang lumpuh.

"Saya pernah bikin jamu kunyit asem saya titipkan ke apotik-apotik. Pandemi ini daya beli jatuh. Saya rugi. Saya juga pernah menjahit. Setelah pandemi jahitan sepi, saya lari ke ojek online," papar Widati.

Ia berangkat kerja sebagai sebagai seorang ojek online mulai pukul 08.00 - 14.00.

Kemudian, dilanjutkan sore hari saat jam ramai pulang kerja. Jika dirasa penghasilan masih kurang, malam hari pun tetap narik.

"Puasa kalau siang sepi. Jadi, saya ambil jam-jam ramai pagi dan sore. Kalau hasilnya sedikit, saya lanjut setelah tarawih," ungkapnya.

Di sela-sela menjadi seorang ojek online, ia selalu membawa buku kecil. Saat senggang, dia mencoba menuangkan ide-idenya dalam buku kecil, bisa puisi atau cerpen. Saat ini, dia telah memiliki 9 buku antologi puisi dan cerpen. Sekarang, ia sedang mencoba belajar membuat tulisan opini.

Kegigihan dan ketangguhan itu yang mengantarkannya menjadi wanita inspiratif dalam Mandom Kartini Award.

"Tidak menyangka saya dapat ini. Saya merasa masih jauh dari nilai inspiratif. Saya cuma menjalani apa yang saya jalani," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved