PSIS Semarang
Dragan Djukanovic Bongkar Alasan Bertahan di PSIS Padahal Ada 4 Tawaran Melatih: Di Sini Beda
pelatih berpaspor Montenegro tersebut mengenang dua momen penting ketika bergabung dengan tim PSIS
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic hadir dalam sesi tanya jawab yang dibuat oleh pihak klub melalui kanal youtube, Kamis (22/4/2021) kemarin.
Dalam sesi wawancara tersebut, Dragan mendapat sejumlah pertanyaan terkait kiprahnya di dunia sepakbola.
Termasuk saat pertama kali menjadi pelatih di Indonesia hingga akhirnya bergabung ke PSIS lewat bantuan agennya, Antonio Teles.
Satu hal yang cukup menarik yakni, pelatih berpaspor Montenegro tersebut mengenang dua momen penting ketika bergabung dengan tim PSIS.
Yakni pada saat melawan Arema FC di kompetisi musim 2019 dan 2020.
Namun yang paling ia kenang yakni pad asaat PSIS membantai Arema FC dengan skor 5-1 di Stadion Moch Soebroto, Magelang dalam laga lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2019.
"Kami saat itu dalam keadaan terpuruk sebab pada partai sebelumnya kami kalah melawan Persipura Jayapura di Sidoarjo 2-0," kata Dragan.
Dia mengatakan saat itu, motivasi dan saran yang ia berikan kepada tim bisa berjalan dengan baik. Terlebih pada saat itu, pertandingan kontra Arema FC diketahui memang menjadi laga penentuan bagi PSIS untuk bisa bertahan di kompetisi Liga 1 atau terancam degradasi.
Di sisi lain,Dragan pada saat itu juga datang sebagai direktur teknik. Secara pribadi Dragan mengaku cukup canggung dengan pelatih PSIS pada waktu itu, Bambang Nurdiansyah.
"Dan pada saat itu kompetisi menyisakan enam laga. Kami berusaha bekerja keras semampu kami. Dan saya melihat klub ini memiliki potensi tapi perlu kerja keras," kata Dragan.
"Namun saya juga harus bisa beradaptasi dalam tim dengan baik. Jangan sampai kehadiran saya membuat pelatih tidak nyaman. Posisi yang sulit sebetulnya," jelasnya.
Pada musim berikutnya, Dragan akhirnya diangkat sebagai pelatih kepala PSIS. Ia menilai, tim Mahesa Jenar memiliki potensi besar untuk berprestasi.
"Saya katakan kita perlu perubahan untuk bisa menang. Dan kami bisa menang 5-1 atas Arema pada waktu itu. Mulai saat itu saya menyadari klub ini memiliki potensi besar. Tapi perlu perubahan. Dan itu saya lakukan di musim berikutnya," kata Dragan.
Lebih lanjut, Dragan juga mengungkapkan alasannya tetap bertahan di PSIS meskipun mendapat tawaran dari beberapa tim.
Dalam wawancara bersama Tribun Jateng beberapa waktu lalu, Dragan mengatakan setidaknya ia memiliki empat tawaran dari luar negeri untuk hengkang dari PSIS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-psis-dragan-djukanovic2.jpg)