PSIS Semarang
Dragan Djukanovic Bongkar Alasan Bertahan di PSIS Padahal Ada 4 Tawaran Melatih: Di Sini Beda
pelatih berpaspor Montenegro tersebut mengenang dua momen penting ketika bergabung dengan tim PSIS
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
Antara lain, satu tim asal Yunani, satu tim asal India, dan dua tim asal Malaysia.
"Yang membuat saya masih bertahan di PSIS mungkin karena saya sudah gila. Sebab jika saya melakukan sesuatu maka saya akan fokus akan hal itu.
Saya ke sini karena saya pikir tim ini memiliki atmosfer yang bagus. Pengurus di klub ini beda dengan klub lain.
Saya melihat pengurus di sini khususnya Pak Yoyok dan Pak Liluk orang yang jujur dan mereka begitu mencintai klub ini. Itu yang saya lihat," katanya.
Dragan menyebut berat meninggalkan PSIS karena hanya alasan uang semata.
Ia mengatakan posisinya di PSIS bukan sebatas pelatih, namun juga rekan bagi pengurus, rekan bagi para pemain.
Sulit bagi Dragan meninggalkan mereka semua karena hanya dengan tawaran yang lebih besar dari tim lain. Saya bukan orang yang seperti itu.
"Uang bisa membeli segalanya, makanya saya datang ke Indonesia. Sebagai seorang profesional untuk itulah makanya saya ke Indonesia agar bisa mendapatkan uang. Tapi disisi lain saya juga tidak bisa meninggalkan tim hanya karena uang," ungkapnya.
"Jika tawarannya berkali kali lipat, wajar jika saya pergi. Karena saya bekerja sebagai profesional. Namun saat ini saya masih memilih bertahan," tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga memberi dukungan bagi PSIS agar bisa survive di tengah pandemi covid-19. Situasi keuangan yang sulit memang dihadapi tim-tim peserta kompetisi Liga 1 selama penghentian kompetisi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-psis-dragan-djukanovic2.jpg)