Breaking News:

Singapura Bebaskan WNI Terlibat Pembunuhan dari Hukuman Mati

Daryati didakwa dan dituntut dengan ancaman tunggal hukuman mati lantaran dia diduga terlibat pembunuhan berencana.

Editor: Vito
Ilustrasi
ilustrasi TKI 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA - Pengadilan Singapura membebaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi pekerja migran, Daryati, dari ancaman hukuman mati pada Jumat (23/4).

Daryati didakwa dan dituntut dengan ancaman tunggal hukuman mati lantaran dia diduga terlibat pembunuhan berencana. Pada 2020, jaksa mengubah tuntutan menjadi ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

"Hari ini Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung bernama Daryati atas tuduhan membunuh majikan perempuan yang dilakukannya pada 2016," kata Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, melalui keterangan pers.

Menurut dia, KBRI Singapura dibantu advokat Mohamed Muzammil mengupayakan keringanan hukuman terhadap Daryati.

Daryati dilaporkan pernah mengalami kekerasan di masa lalu yang mengakibatkan trauma mendalam dan mempengaruhi kondisi kejiwaannya. Hal itu didukung laporan pemeriksaan ulang dari psikiater yang ditunjuk KBRI.

KBRI Singapura pun memuji Muzammil atas pembelaan yang dilakukan, sehingga Daryati terbebas dari hukuman mati.

"KBRI telah mendampingi proses hukum yang dijalani Daryati, termasuk pemberian bantuan hukum oleh pengacara sejak Daryati pertama kali didakwa pada 2016," jelas Suryopratomo.

Sama seperti Indonesia, Singapura masih menerapkan hukuman mati. Terdapat 32 jenis kejahatan yang pelakunya dapat dihukum mati, termasuk pembunuhan, narkoba, terorisme, serta kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Tidak hanya pada warga negara Singapura, hukuman mati juga pernah dijatuhkan kepada warga negara asing lain di Singapura.

"KBRI mengimbau warga negara Indonesia di Singapura untuk berkonsultasi dengan KBRI atau organisasi lain apabila mengalami masalah dalam bekerja," ucap Suryopratomo. (cnn)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved