Breaking News:

Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala

Kecanggihan Pesawat Poseidon Milik AS yang Ikut Cari Nanggala 402

Inilah Kehebatan pesawat Poseidon P8 atau P-8 Poseidon yang dilibatkan dalam pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali sejak Rabu

Editor: m nur huda

P-8 dapat terbang lebih tinggi hingga 41.000 kaki dan mencapai kecepatan 490 knot.

Pesawat ini dibekali dengan dua mesin CFM56-7 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 27.000 lbf.

Panjang dari pesawat P-8 ini yakni 129,5 kaki atau sekitar 39,47 meter. Dengan rentang sayap yang memiliki panjang 123,6 kaki atau sekitar 37,64 meter.

Kemudian, tinggi dari pesawat ini tercatat 42,1 kaki atau sama dengan 12,83 meter.

Pesawat P-8 juga dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah membuktikan kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Merupakan turunan dari Boeing Next-Generation 737-800, pesawat P-8 direkayasa untuk beroperasi selama 25 tahun atau 25.000 jam di penerbangan maritim paling keras, termasuk operasi di lingkungan lapisan es.

Butuh waktu

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan sampai saat ini Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) kapal selam KRI Nanggala 402 yang belum ditemukan.

Julius mengatakan saat ini Tim SAR hanya butuh waktu untuk menemukan titik keberadaan kapal selam yang hilang kontak saat latihan di Perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) tersebut.

Ia juga mengatakan saat ini tim SAR baik dari TNI maupun instansi lain sudah mengerahkan seluruh peralatan dan kemampuan yang ada.

"Untuk kesulitan teknis, dalam hal ini menemukan titik kapal selam itu belum ada, hanya semua peralatan sudah kita gerakkan termasuk bantuan dari Polri, Basarnas, dan unsur lain sudah kita kerahkan. Untuk menemukannya masih butuh waktu," kata Julius saat konferensi pers pada Jumat (23/4/2021).

Diberitakan, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak saat latihan di Perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) berkonsentrasi pada sembilan titik pencarian.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan sembilan titik tersebut termasuk titik lokasi tumpahan minyak dan titik ditemukannya daya magnet yang kuat.

Jarak antara satu titik dengan titik lainnya, kata Riad, sekira 10 nautical mile.

Lokasi titik-titik tersebut, kata dia, berjarak sekitar 23 nautical mile atau 40 km dari Celukan Bawang.

"Sesuai dengan data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik termasuk ada yang tumpahan maupun ada yang daya magnetnya sangat kuat.

Jadi ada sembilan titik tersebar, jaraknya 23 nautical mile dari sini dan tersebar kurang lebih mungkin sekitar nautical mile luasannya. Itulah sedemikian banyak sehingga sekarang sudah ada pembagian," kata Riad.

Dipekirakan berada di celukan bawang

Kapal Selam Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/20121) masih belum ditemukan.

Disebutkan kapal selam tersebut hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali Padahal cadangan oksigen di kapal selam buatan Jerman itu hanya bertahan 72 jam hingga Sabtu (24/4/2021) jam 03.00 WIB.

Pada Jumat (23/4/2021), Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan akan mengonsentrasikan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 pada sembilan titik di perairan Celukan Bawang, Bali.

Lalu di manakah lokasi Celukan Bawang?

Celukan Bawang adalah desa pesisir di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Di masa lalu, Celukan Bawang adalah kawasan hutan yang berada di pesisir pantai.

Lalu datanglah pelaut yang berasal dari Bugis dan berlabuh di desa tersebut.

Mereka kemudian menetap dan menjadi nelayan.

Mereka juga membuka hutan hingga menjadi kawasan pemukiman yang dikenal dengan nama Celukan Bawang.

Desa tersebut diberi nama Celukan Bawang karena terdapat teluk (celuk) yang menyerupai bentuk bawang.

Di kawasan tersebut terdapat Pelabuhan Celukan Bawang.

Pada tahun 2017, pelabuhan tersebut diperbaharui agar bisa disandari kapal pesiar berukuran besar.

Terdapat kolam dermaga mencapai 11 meter dan dilengkapi terminal yang bisa menampung 2.500 penumpang.

Pelabuhan Celukan Bawang memiliki kedalaman alami sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan saat pembangunan kolam dermaga.

Lalu seperti apa kondisi perairan utara Pulau Bali?

Dikutip dari TribunBali.com, Kelompok Ahli Kelautan dan Perikanan Gubernur Bali, I Ketut Sudiarta mengungkapkan, bahwa perairan utara Bali memiliki kondisi laut yang dalam dan arus yang relatif kuat.

Ia mengatakan lokasi tersebut memang sudah ditetapkan menjadi tempat latihan perang khususnya kapal selam.

“Memang perairan utara Bali diperuntukkan untuk latihan perang khususnya kapal selam karena laut Bali sampai ke Flores lautnya dalam atau disebut cekungan Bali Flores jadi sangat baik untuk tempat latihan perang termasuk kapal selam, bagian Palung Bali Flores itu menyambung."

"Perairannya sangat curam dan dalam berbeda dengan laut Jawa, kedalamannya bisa mencapai 700-3.000 meter perairannya semakin ke timur semakin dalam.

Jika posisi 95 km utara pulau Bali atau utara Gerokgak kedalaman berkisar 400 hingga 700 meter,” kata Sudiarta saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Tribun Bali, Kamis (22/4/2021).

Bagaimana kondisi kekuatan arus?

Sudiarta menjelaskan, bahwa secara umum arus di laut utara Bali relatif kuat karena mendapatkan pengaruh arus global bernama Arlindo atau arus laut kepulauan Indonesia.

Massa air dari pasifik masuk ke selat Makassar kemudian nanti mengalir ke Samudera Pasifik melalui selat Lombok, sebagian dari arus digerakkan ke barat dan ke timur.

“Jadi memang daerah utara Bali Lombok itu terkenal dengan arus kuat sampai ke Celukan Bawang karena pengaruh arus global,” ujarnya.

Sudiarta menambahkan, berkaitan dengan kedalaman dan arus, lokasi tersebut dinilai sudah memenuhi unsur dari segi keamanan laut untuk latihan perang.

Dari Pulau Menjangan sampai utara Kubutambahan sudah layak ditetapkan sebagai latihan uji coba kapal selam.

Ia mensinyalir bahwa hilang kontak KRI Nanggala-402 bisa berkaitan dengan teknologi atau kendali kapal.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahli Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. I Wayan Arthana.

Ia mengatakan kondisi perairan utara Bali sampai dengan Selat Lombok memiliki kondisi laut yang dalam dan arus kuat karena menjadi alur laut aliran air dari Samudra Pasifik ke Samudra Indonesia.

Hal tersebut menyebabkan arus di lokasi itu sangat deras.

“Arus di selat Lombok kita banyak dipelajari dunia baik Amerika maupun Eropa terkait dengan fenomena iklim, dari dulu juga ada isu kondisinya cocok untuk kapal asing sembunyi di kedalaman sangat dalam mencapai 2-3 km karena teknologi dulu belum bisa mendeteksi kapal sedalam itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi laut Jawa dengan perairan Bali berbeda karena di laut Jawa banyak suplay lumpur selama bertahun-tahun dari sungai yang bermuara ke laut Jawa, sehingga lautnya lebih landai.

Berbeda dengan perairan utara Bali yang relatif tidak ada sungai yang bermuara ke utara.

Prof Arthana menduga hilang kontaknya Nanggala-402 karena terkait masalah teknologi atau hilang kendali.

“Dugaan teknologi atau masalah kendali, kapal selamnya ada masalah dalam hal kendali sampai ke kedalaman tertentu.

Kemungkinan lain kalau masih pakai teknologi lama kemungkinan teknologi belum match dengan posisi kedalaman kapal,” ujarnya. (Tribunnews.com/Kompas.com)

Berita terkait kapal selam

Berita terkait KRI Nanggala 402

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kehebatan Pesawat P-8 Poseidon yang Ikut Pencarian KRI Nanggala 402, Hanya 7 Negara yang Punya

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved