Bantu Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu Lewat Bazar Baju Bekas Layak Pakai
Melakukan hal kebaikan bisa dalam bentuk apa saja, inilah yang dilakukan oleh pemuda pemudi Desa Balapulang Kulon
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Desta Leila Kartika
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Melakukan hal kebaikan bisa dalam bentuk apa saja, inilah yang dilakukan oleh pemuda pemudi Desa Balapulang Kulon, RT 6 dan 7, RW 02, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal karena mengadakan kegiatan bazar baju bekas sekaligus bersedekah.
Baju bekas disini tentu yang masih layak pakai dan layak untuk dijual ke masyarakat.
Kegiatan yang baru di mulai pada awal Ramadan 1442 H/2021 ini berakhir pada 9 Mei 2021.
Ketua Ikatan Pemuda Pemudi 6-7 (Ippet) Sekaligus Pengagas Kegiatan Bazar dan Sedekah, Aulia Muchtar mengungkapkan, hasil dari penjualan baju bekas akan disalurkan ke anak yatim dan warga yang tidak mampu.
Selain itu, bagi warga RT 6 dan 7 atau pun warga Desa Balapulang Kulon yang tergolong tidak mampu bisa mengambil secara gratis pakaian yang tersedia di bazar.
Nantinya dari panitia akan membagi kupon sebagai penanda bahwa yang bersangkutan bisa mengambil pakaian secara gratis.
"Kegiatan bazar berlangsung setiap hari Jumat mulai pukul 14.00 WIB - 17.00 WIB dan hari Minggu mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Kami tidak menentukan warga yang ingin membeli harus bayar berapa, intinya seikhlas dan semampu mereka. Jadi semisal ada yang beli satu baju Rp 1.000 ya misal beli 5 pcs bearti bayar Rp 5.000, ada juga yang membayar Rp 1 juta tapi hanya mengambil beberapa baju dan seterusnya karena tujuan kami memang ingin membantu," terang Aul, pada Tribunjateng.com, Minggu (25/4/2021).
Dijelaskan, baju-baju yang ada di bazar Aul dapatkan dari Yayasan Sedekah Indonesia dan pihak lain yang berkenan menyumbangkan pakaian mereka yang masih layak pakai.
Sedangkan untuk pembagian kupon pengambilan baju gratis bagi warga yang kurang mampu, Aul bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk menentukan mana saja yang sesuai.
Nantinya jadwal bergilir dan harapannya bisa menyeluruh di Kecamatan Balapulang bisa kebagian semuanya.
"Intinya adalah ketika anda sudah membeli bearti anda sudah bersedekah. Karena melalui kegiatan ini kami juga ingin menumbuhkan rasa kepedulian dan jiwa sosial masyarakat khususnya pemuda. Kami tidak memungut biaya apapun dan tidak mematok harga, jadi seikhlasnya saja," ujarnya.
Untuk baju yang disediakan, lanjut Aul, seperti baju atasan kemeja, kebaya, daster, bawahan seperti rok, celana, ada juga kerudung, dan lain-lain.
Mengingat stok pakaian yang masih banyak, sehingga setelah tanggal 9 Mei 2021 kegiatan bazar akan terus dilanjutkan namun di lokasi yang berbeda yaitu di Pasar Balapulang Kabupaten Tegal.
"Alhamdulillah respon masyarakat sangat bagus, karena setiap diadakan bazar paling tidak yang datang bisa puluhan bahkan sampai ratusan orang," katanya.