Breaking News:

Pencarian Kapal Selam Nanggala

Lampu KRI Nanggala 402 Masih Menyala Saat Menyelam hingga Terdengar Isyarat Tempur

Dugaan-dugaan baru muncul setelah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam (subsunk) pada Sab

Editor: m nur huda
ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, BALI - Dugaan-dugaan baru muncul setelah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam (subsunk) pada Sabtu (25/4/2021).

Dugaan tersebut antara lain bahwa ada kemungkinan KRI Nanggala tidak mengalami blackout atau mati listrik.

Perkiraan ini berbeda dengan dugaan yang disampaikan TNI AL saat kapal selam pertama kali hilang kontak pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Daftar Nama Lengkap 53 Penumpang Korban Tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402

Baca juga: Panglima TNI Prihatin Mendalam, Harap Bukti Otentik KRI Nanggala 402 Segera Ditemukan

Baca juga: KRI Nanggala 402 Diperkirakan di Kedalaman 850 Meter, KSAL: Menyulitkan Pengangkatan

Baca juga: Harapan Putri Awak Kapal Selam Nanggala 402: Semoga Rakyat Indonesia Tetap Mendoakan

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2019)(
Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2019)( (Antara Foto)

KSAL menyebutkan beberapa bukti dasar dugaan bahwa KRI Nanggala-402 tidak blackout.

Dugaan tersebut didasarkan dari visual terakhir tim penjejak Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Pada saat kapal masuk ke dalam air, masih terlihat lampu yang menyala.

Isyarat perang tempur dan menyelam pun masih terdengar dari kapal penjejak yang berada sekitar 50 meter dari KRI Nanggala-402.

Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402
Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402 (Twitter @JurnalMaritim)

"Lampu hidup, bahkan isyarat perang tempur dan perang menyelam masih terdengar kapal penjejak yang berjarak 50 meter. Dari itu saya menduga kapal tak blackout," kata Yudo di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4/2021).

KSAL menyebut kapal selam mengalami keretakan yang diakibatkan tekanan di kedalaman ratusan meter.

"Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Memang terjadi tekanan kedalaman yang dalamnya sampai 700-800 meter, ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved