Berita Semarang
Menilik Pengolahan Bubur India, Kuliner Khas Ramadan di Semarang yang Legendaris
Tidak semua tempat menyajikannya, bubur india hanya ada di Masjid Jami Pekojan jalan Petolongan nomor 1 Purwodinatan, Semarang Tengah.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang dinantikan umat muslim.
Selain sebagai ladang mencari berkah, bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi sebagian orang karena dapat menjumpai berbagai kuliner khas yang tidak setiap waktu ada.
Di Kota Semarang, Jawa Tengah, satu di antara menu yang hanya bisa ditemui ketika bulan puasa adalah bubur india.
Tidak semua tempat menyajikannya, bubur india hanya ada di Masjid Jami Pekojan jalan Petolongan nomor 1 Purwodinatan, Semarang Tengah.
Bubur ini dijadikan sebagai takjil khas Ramadhan sejak ratusan tahun lalu.
"Kalau sekarang, usianya sudah lebih dari satu abad," kata Ali, ketua Takmir Masjid Jami Pekojan, baru-baru ini.
Terletak di belakang masjid, proses pembuatan bubur legendaris ini berlangsung.
Bubur India dibuat dengan bahan dasar beras dengan campuran santan dan berbagai jenis rempah serta sayur.
Ahmad Ali (55) adalah generasi keempat yang meneruskan tradisi pembuatan bubur india.
Katanya, bubur India dahulu dikenalkan oleh seorang musafir asal Gujarat India.
Saat itu tepat ketika bulan Ramadhan musafir tersebut singgah di masjid Pekojan mengajak para takmir dan warga untuk berbuka puasa bersama.
Pada saat itulah musafir yang datang berdagang itu memberikan resep untuk dimasak di lingkungan masjid.
"Jadi untuk memasak takjil, musafir itu memberikan resep bubur dengan campuran bahan rempah-rempah.
Itulah yang menjadi alasan nama bubur india, resepnya diberi oleh orang India dan memiliki perbedaan dari bubur pada umumnya," terang Ahmad di sela-sela memasak bubur india, Jumat (23/4/2021).
Ahmad mengatakan, yang menjadi kekhasan bubur India adalah campuran rempah-rempah dan wortel.