Berita Semarang
Hari Ke-14 Puasa, Harga Sembako di Pasar Kembangsari Tengaran Masih Stabil
Memasuki hari ke-14 bulan Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kembangsari, Tengaran, Kabupaten Semarang, masih stabil, Senin (26/4/2021).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Memasuki hari ke-14 bulan Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kembangsari, Tengaran, Kabupaten Semarang, terpantau masih stabil, Senin (26/4/2021).
Kapolsek Tengaran, Kabupaten Semarang, Iptu Sungkowo, mengatakan, dari pantauan langsung yang dilakukan, harga sembako masih normal atau stabil tidak ada kenaikan.
"Kelangkaan sembako juga kami antisipasi.
Baca juga: Canggihnya Kapal MV Swift Rescue Singapura Temukan KRI Nanggala di Dasar Perairan Utara Bali
Baca juga: Peneliti Sebut Awak Kapal Selam Bisa Keluar Jika Tenggelam di Kedalaman Maksimal 185 Meter
Baca juga: Pesan WA Terakhir Kru KRI Nanggala 402, Masih Pengantin Baru Istri Resah Ditinggal: Mas Harus Pulang
Baca juga: Pupus Sudah Janji Peltu Wahyudi Beri Sepatu PDL ke Pandu, Anak Jadi Korban Tenggelam KRI Nanggala
Dari data yang kami terima sementara belum ada kenaikan harga," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Pasar Kembangsari, Senin (26/4/2021)
Menurut Iptu Sungkowo, pada kesempatan tersebut petugas juga melakukan sosialisasi pencegahan peredaran uang palsu, sekaligus sosialisasi larangan mudik kepada pengunjung pasar.
Lurah Pasar Kembangsari Kabupaten Semarang Guntur Haristanto menerangkan harga kebutuhan pokok sampai pertengahan puasa ini masih normal.
"Daging sapi per kilogram Rp 110 ribu, kemudian beras C4 dihargai Rp 10 ribu. Kemudian, daging ayam dijual Rp 30 ribu, sedangkan cabai Rp 50 ribu," katanya
Seorang pedagang ayam Sulastri (45) mengaku harga daging ayam memasuki pertengahan Ramadan tahun ini justru mengalami penurunan dari Rp 38 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram.
Meski ada penurunan harga daging ayam dinilai pedagang masih mendapatkan untung. Kenaikan diprediksi terjadi mendekati lebaran karena biasanya sebagian pedagang mulai libur dan tingginya permintaan konsumen.
"Awal Ramadan naik, karena ada kebutuhan untuk nyadran. Sekarang, sudah menurun tapi pedagang masih untung harga jual juga terjangkau kepada konsumen," ujarnya (ris)
Baca juga: Sempat Kehilangan Semangat Hidup, Mantan Paspampres yang Diampuasi Ini Bangkit Kembali Berkat Tenis
Baca juga: Kisah Pesilat PSHT yang Gugur Bersama KRI Nanggala, Anggota Pesilat Tahlilan 7 Hari
Baca juga: Graha Persib Dirusak Massa Setelah Persib Bandung Kalah di Final Piala Menpora 2021
Baca juga: Bupati Asip Kunjungi Rumah Keluarga ABK Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Pekalongan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wakapolsek-tengaran-iptu-wardoyo-saat-menyampaikan-sosialisasi-bahaya-uang-palsu.jpg)