Breaking News
Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pencarian Kapal Selam Nanggala

KSAL Yudo Margono: Warga Hiu Kencana Meminta KRI Nanggala Diangkat

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, ada permintaan dari keluarga awak kapal KRI Nanggala 402 agar kapal dengan 53 awak yang gugur bisa diangka

Editor: m nur huda
ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, ada permintaan dari keluarga awak kapal KRI Nanggala-402 agar kapal dengan 53 awak yang gugur itu bisa diangkat.

Tak hanya itu, kata Yudo, warga Hiu Kencana pun berharap demikian.

"Tadi juga warga Hiu Kencana meminta untuk kapal ini bisa diangkat," kata Yudo, dalam jumpa pers di Bali, seperti dilansir dari Kompas TV, Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Canggihnya Kapal MV Swift Rescue Singapura Temukan KRI Nanggala di Dasar Perairan Utara Bali

Baca juga: Kata Pakar Soal Keretakan Besar Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Kedalaman Perairan Utara Bali

Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam dan Terbelah Tiga di Kedalaman 830 Meter, Ini Analisis Awal Penyebabnya

Baca juga: Foto-Foto KRI Nanggala 402 yang Ditemukan Terpecah Jadi 3 Bagian di Kedalaman 838 Meter

"Kami akan berusaha untuk bisa angkat kapal ini walaupun dengan kedalaman 838 tadi, tentunya dalam organisasi International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) juga ada rekan-rekan kita dari luar yang menawarkan ini," lanjutnya.

Namun, kata Yudo, rencana itu perlu keputusan dari pemerintah.

Saat sudah ada keputusan, sambungnya, kapal selam tersebut akan diangkat.

"Karena ini perlu keputusan pemerintah, tentunya saya akan mengajukan ke Panglima TNI yang nanti secara perincian ke atas dan tentunya kalaupun sudah ada keputusan pasti kita akan angkat," ujarnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, seluruh awak KRI Nanggala-402 dipastikan telah gugur.

Hal ini setelah citra bawah air KRI Rigel dan ROV kapal MV Swift Rescue dari Singapura, yang mencari kapal selam buatan Jerman itu menemukan bukti otentik.

Bukti yang ditemukan yakni kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan.

Foto 4 - Gambar dari kamera kapal MV Swift Rescue, ditangkap di kedalaman 838m, menunjukkan bagian lambung dari kapal selam yang tenggelam. Dok TNI AL
Foto 4 - Gambar dari kamera kapal MV Swift Rescue, ditangkap di kedalaman 838m, menunjukkan bagian lambung dari kapal selam yang tenggelam. Dok TNI AL (Tribunnews.com/Istimewa)

Kemudian, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK 11.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan, bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," kata Hadi, dalam jumpa pers di Bali, Minggu (25/4/2021).

Diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang pada Rabu (21/4/2021) dini hari.

Kapal buatan Jerman ini dinyatakan hilang kontak saat melakukan latihan menembak torpedo di laut utara Bali.

Kemudian, setelah dilakukan pencarian selama 72 jam, pada Sabtu (24/4/2021), KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam.

Hal tersebut setelah ditemukan sejumlah serpihan bagian KRI Nanggala-402.(*

Berita terkait KRI Nanggala

Berita terkait kapal selam

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KSAL: Warga Hiu Kencana Minta Kapal Bisa Diangkat"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved