Breaking News:

Berita Kudus

Alokasi Elpiji di Kudus Tambah 5 Persen, Pertamina Jamin Pasokan Lancar

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus pastikan ketersediaan elpiji selama Ramadan dan Idulfitri lancar.

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Ist./Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT)
Petugas Pertamina tengah melakukan pengisian tabung elpiji 3 Kg dan 12 Kg. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan ketersediaan elpiji selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri lancar.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti mengatakan, Pertamina memberikan jaminan pasokan lancar dengan memberikan alokasi tambahan sebesar lima persen.

‎"Ada tambahan alokasi elpiji sebesar lima persen yang diberikan dari awal bulan Ramadan untuk menjamin pasokan," jelas dia, Selasa (27/4/2021)

Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibilty (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengatakan, bahan bakar elpiji merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat baik itu pada masa normal maupun pandemi, terlebih pada momen-momen khusus seperti bulan puasa dan lebaran.

Brasto menjelaskan, saat ini rata-rata konsumsi harian produk elpiji di wilayah Jawa Tengah berada di angka 3.875 Metric Ton (MT) per hari.

"Rata-rata konsumsi harian elpiji di Kabupaten Kudus saat ini adalah di angka 98 MT per hari," kata dia.

Dia pun mengimbau agar konsumen dapat mengutamakan produk elpiji nonsubsidi atau BrightGas.

Pasalnya produk subsidi elpiji 3 Kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu atau prasejahtera.

"Dengan demikian penyaluran dan ketersediaan produk elpiji akan semakin terjamin dan tepat sasaran," tambahnya.

Untuk itu, Brasto memastikan unit operasi dan lembaga penyalur di Jawa Bagian Tengah berjalan optimal, khususnya yang melayani seputar penyimpanan dan pendistribusian elpiji.

"Kami memiliki Depot elpiji di Kabupaten Cilacap dan Depot elpiji yang dikerjasamakan dengan swasta di Kota Semarang serta 51.677 pangkalan elpiji PSO dan 9.004 outlet elpiji Non-PSO yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kami pastikan seluruhnya dapat menyediakan stok dalam keadaan cukup," jelas Brasto.

Dia menambahkan, Pertamina juga akan mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kebutuhan elpiji pada masa-masa tertentu selama Ramadan dan Idulfitri.

"Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan, jika diperlukan akan dilakukan penambahan fakultatif sesuai kebutuhan," ujarnya.

Brasto memprediksi peningkatan konsumsi elpiji akan terjadi pada puncaknya menjelang Idulfitri.

"Prediksi peningkatan konsumsi LPG adalah 9 persen dari rentang dua pekan sebelum hingga dua pekan sesudah Idul Fitri untuk wilayah Jawa Tengah maupun di wilayah DIY," terang Brasto.

Apabila konsumen membutuhkan informasi seputar ketersediaan LPG maupun produk dan layanan lainnya, dapat memanfaatkan Pertamina Call Center di nomor 135. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved