Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Berikan Berbagai Fasilitas Agar UMKM Bangkit dari Pandemi

Pemkot Semarang bertekad terus memfasilitasi para pelaku UMKM maupun koperasi untuk bangkit dari pandemi.

Istimewa
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menghadiri Festival Pasar Sehat UMKM 2021 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bertekad terus memfasilitasi para pelaku UMKM mau

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menghadiri Festival Pasar Sehat UMKM 2021 beberapa waktu lalu.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menghadiri Festival Pasar Sehat UMKM 2021 beberapa waktu lalu. (Istimewa)

pun koperasi untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Kota Semarang, Bambang Surranggono mengatakan, pihaknya telah mewadahi para koperasi dan UMKM dalam Gerakan Terintegrasi Koperasi dan usaha mikro (Gerai kopimi). Ini merupakan wadah untuk mengembangkan dan memberdayakan kooperasi dan usaha mikro di Kota Semarang.

Pihaknya melakukan pencatatan melalui E-Gerai Kopimi. Sejauh ini, tercatat sebanyak 23.850 pelaku UMKM dan 500 koperasi. Pencatatan ini memberikan keuntungan bagi mereka karena lebih dipercaya oleh lembaga yang memberi bantuan kepada UMKM maupun koperasi.

Pemerintah Kota Semarang juga memiliki program kredit wirausaha bangkit jadi jawara (kredit wibawa) dengan bunga yang murah hanya tiga persen per tahun dengan jangka waktu peminjaman selama dua tahun dengan nominal hingga Rp 50 juta.

"Ini sangat membantu bagi usaha mikro di masa pandemi. Teman-teman koperasi juga mendapat kesemoaran pinjam di kredit wibawa," tambahnya, Senin (26/4/2021). 

Pada pandemi 2020 lalu, Dinkop UMKM juga memborong produk UMKM berupa jamu dengan anggaran lebih dari Rp 300 juta. Selain jamu, ada pula produk UMKM masker, sabun cair, dan makanan kering yang dibeli menggunakan DID hingga mencapai Rp 4 miliar. Produk tersebut dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Selanjutnya, Dinkop UMKM juga memiliki gerai usaha mikro lokal online asli Semarang (Gulo Asem). Ada 800 UMKM yang tergabung dengan jumlah produk lebih dari 2.000 jenis. Program ini merupakan sebuah market place antara UMKM dan Pemkot.

"Pembelinya OPD lewat dana APBD. Setiap kali ada kebutuhan makan, minum, souvenir untuk, Pak Wali selalu mendorong belanjakan kebutuhan itu dari pelaku UMKM yang masuk katalog Gulo Asem," paparnya.

Bambang memperkirakan ada anggaran sekitar Rp 100 miliar pada 2021 untuk kegiatan yang dapat dibelanjakan melalui katalog Gulo Asem.

Dalam rangka HUT ke-474 Kota Semarang
Dinkop UMKM juga akan meluncurkan Semarang Digital Manajemen (SDM) Gerai Kopimi. Pihaknya menyiapkan sebuah market place dalam rangka mempersiapkan UMKM go global.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, perlu ada terobosan-terobosan pemasaran UMKM. Pasalnya, saat ini masyarakat lebih banyak mencari produk melalui online.

Namun demikian, kunci utama bagi para pelaku UMKM adalah eksistensi dan kualitas produk harus sama seperti yang tertera di aplikasi. Pelayanan yang baik juga menjadi kunci kesuksesan berwirausaha.

Dia juga mendorong dinas-dinas bisa memesan produk UMKM jika menggelar kegiatan.

"Kita nglarisi prodak mereka maka ini bisa membantu program UMKM," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved