Breaking News:

Berita Semarang

Pemerintah Kota Semarang Bangun Infrastruktur yang Ramah untuk Semua Warga

Pemerintah Kota Semarang terus membangun sarana dan prasarana bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

tribunjateng.com/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI- Pekerja sedang melakukan perawatan taman di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus membangun sarana dan prasarana bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Setiap infrastruktur di Kota Semarang diharuskan layak baik layak anak, lansia, difabel, dan masyatakat lainnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, setiap pembangunan gedung harus menyiapkan jalur bagi disabilitas. Diakuinya, hal itu memang belum menyeluruh namun Pemkot menyesuaikan secara perlahan. Tak hanya gedung pemerintahan, gedung swasta juga diharuskan layak bagi seluruh warga.

"Gedung-gedung swasta yang dibangun dua tahun terakhir pasti sudah seperti itu. Kalau yang belum, kami terus mengingatkan untuk segera diperbaiki," papar Hendi, sapaan akrabnya.

Tak hanya pembangunan gedung, infrastruktur jalan juga diupayakan layak bagi seluruh warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, standar pembangunan jalan harus disertai pembangunan trotoar karena jalan tidak hanya untuk kendaraan bermotor melainkan juga pejalan kaki.

"Pembangunan trotoar, pertama ada jalur disabilitas. Kami lengkapi kursi dan pohon peneduh. Harapannya, selain bisa digunakan semua warga juga nyaman untuk beristirahat," papar Rianung, Rabu (28/4/2021).

Pihaknya juga akan melakukan pelebaran jalan di sejumlah ruas yang masih dapat dibebaskan. Hal itu untuk meningkatkan kapasitas agar seluruh warga bisa merasakan infrasktruktur yang dibangun pemerintah baik pejalan kaki, pesepeda, maupun kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali menambahkan, pihaknya juga berupaya membangun taman yang ramah untuk semua warga.

Menurutnya, sebagian besar taman sudah masuk kategori ramah anak dan lansia. Sedangkan taman ramah disabilitas masih terus ditingkatkan.

"Setiap taman kami berusaha ada tempat bermain, ada fasilitas untuk lansia semisal jalur jogging, dan ada jalur khusus untuk difabel," rinci Ali.

Disperkim telah merintis Taman Kedondong sebagai taman ramah untuk semua. Konsep taman ramah untuk semua pun akan dikembangkan di taman-taman lainnya. Pihaknya bekerja sama dengan Akademik Undip untuk membuat desain taman ramah untuk semua warga.

"Paling tidak kami ada dua contoh taman di Taman Kedondong dan Bangetayu. Kami sudah ada lima desain, kalau bisa kami terapkan semuanya," ucapnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved