Pemudik Masuk Kudus Lebih Awal Wajib Tes GeNose
Siti dan anaknya sudah berada selama lima hari untuk berkumpul bersama keluarganya karena adanya larangan mudik.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Larangan mudik, membuat sejumlah pemudik memilih untuk menggeser jadwalnya.
Di antaranya Siti Dasuli (40), yang memilih mudik lebih awal ke kampung halamannya di Kabupaten Pati.
Siti dan anaknya sudah berada selama lima hari untuk berkumpul bersama keluarganya karena adanya larangan mudik.
"Mudik nggak boleh, jadi saya memilih waktu lebih awal. Sudah lima hari di Pati," ujar Siti, saat ditemui di Terminal Jati Kabupaten Kudus, Rabu (28/4/2021).
Dia menjelaskan, berencana pulang pada hari Rabu ini menggunakan bus ke Jakarta. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi ke Padang.
Rencana, dia akan pergi ke Padang bersama suaminya menggunakan mobil pribadi.
"Saya mau ke Jakarta dulu ketemu suami, baru dari Jakarta ke Padang," jelas dia.
Sebelum berangkat, Siti harus mengikuti skrining Covid-19 menggunakan alat genose gratis.
"Hasilnya negatif," ujarnya
Selain itu, Mukatif (66) warga Jepara yang akan menuju Jakarta juga mengikuti tes Genose. Tes tersebut membuatnya lebih aman saat berpergian ke luar kota.
"Saya merasa lebih aman dengan adanya tes ini," kata dia.
Sementara itu, Kepala Terminal Jati Kudus, Indarto mengatakan, tes Genose sudah dilaksanakan sejak tanggal 17 April 2021 dalam rangka skrining acak sebelum mudik lebaran.
"Hasilnya sampai sekarang belum ada yang terpapar. Mudah-mudahan tidak ada," ujar dia.
Dia menjelaskan, pihaknya menyediakan sekitar 300 buah kantong untuk pelaksanaan tes selama sebulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/genose-terminal-jati-kudus.jpg)