Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemudik Masuk Kudus Lebih Awal Wajib Tes GeNose

Siti dan anaknya sudah berada selama lima hari untuk berkum‎pul bersama keluarganya karena adanya larangan mudik.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Sejumlah penumpang bus mengantre untuk mengikuti tes Genose di Terminal Jati Kabupaten Kudus, Rabu (28/4/2021). 

Penulis: Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Larangan mudik, membuat sejumlah pemudik memilih untuk menggeser jadwalnya.

Di antaranya Siti Dasuli (40), yang memilih mudik lebih awal ke kampung halamannya di Kabupaten Pati.

Siti dan anaknya sudah berada selama lima hari untuk berkum‎pul bersama keluarganya karena adanya larangan mudik.

"Mudik nggak boleh, jadi saya memilih waktu lebih awal. Sudah lima hari di Pati," ujar Siti, saat ditemui di Terminal Jati Kabupaten Kudus, Rabu (28/4/2021).

Dia menjelaskan, berencana pulang pada hari Rabu ini menggunakan bus ke Jakarta. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi ke Padang.

Rencana, dia akan pergi ke Padang bersama suaminya menggunakan mobil pribadi‎.

"Saya mau ke Jakarta dulu ketemu suami, baru dari Jakarta ke Padang," jelas dia.

Sebelum berangkat, Siti harus mengikuti skrining Covid-19 menggunakan alat genose‎ gratis.

"Hasilnya negatif," ujarnya

Selain itu, Mukatif (66) warga Jepara yang akan menuju Jakarta juga mengikuti tes Genose. Tes tersebut membuatnya lebih aman saat berpergian ke luar kota.

"‎Saya merasa lebih aman dengan adanya tes ini," kata dia.

‎Sementara itu, Kepala Terminal Jati Kudus, Indarto mengatakan, tes Genose sudah dilaksanakan sejak tanggal 17 April 2021 dalam rangka skrining acak sebelum mudik lebaran.

"Hasilnya sampai sekarang belum ada yang terpapar. Mudah-mudahan tidak ada," ujar dia.

Dia menjelaskan, pihaknya menyediakan sekitar 300 buah kantong untuk pelaksanaan tes selama sebulan.

Tes tersebut sifatnya acak, sehingga tidak semua penumpang bus akan melalui proses skrining.

"‎Kami melakukan tes secara acak sehari maksimal 10 orang," ujarnya.

Jika ada penumpang yang hasilnya positif, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid dan diminta tidak melanjutkan perjalanan.

Agar akurasi tesnya tepat, maka penumpang diminta tidak mengonsumsi rokok, makanan dan minuman selama satu jam sebelum tes.

"Saat ini untungnya masih puasa jadi tidak sulit untuk menerapkan aturan ini," jelasnya.

Rencana larangan mudik mulai 6 Mei 2021, kata dia, juga belum membuat lonjakan terhadap pemudik.

"Pemudik belum signifikan, yang turun dari Jakarta paling di kisaran 30 sampai 40 orang per harinya," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved