Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mudik Dilarang, Kebutuhan Daging di Semarang Tak Sebanyak Ramadhan dan Lebaran Tahun Lalu

Adanya larangan mudik yang ditetapkan pemerintah diprediksi akan turut berdampak pada kebutuhan pangan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Adanya larangan mudik yang ditetapkan pemerintah diprediksi akan turut berdampak pada kebutuhan pangan, satu di antaranya kebutuhan daging sapi atau kerbau.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, imbauan pemerintah mengenai larangan mudik berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat akan daging.

Biasanya, momentum Ramadhan dan menjelang Lebaran ada lonjakan kebutuhan daging.

Baca juga: Video Mahasiswa Ditemukan Tewas di Tempat Parkir Wisata Semarang

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Semarang, Ramadhan Hari ke-18, Jumat 30 April 2021

Baca juga: Stok Darah PMI Kota Semarang Kamis 29 April 2021, Dua Komponen Menipis

Namun, hingga saat ini permintaan daging sapi atau kerbau belum menunjukan tren lonjakan yang signifikan.

"Sampai saat ini kelihatannya trennya belum ada lonjakan yang signifikan. Harga pasar juga tidak naik," kata Hernowo, Kamis (29/4/2021).

Hernowo menyebutkan, rata-rata harga daging sapi kualitas bagus Rp 120 ribu/kilogram.

Saat ini harga pun masih normal pada angka tersebut.

Begitu juga daging ayam dan telur juga masih harga normal.

Harga daging ayam kisaran Rp 37 ribu/kilogram sedangkan harga telur Rp 25 ribu/kilogram.

Dia menyampaikan, stok daging sapi maupun daging ayam untuk kebutuhan Lebaran mencukupi.

Pada situasi pandemi Covid-19, kebutuhan daging sapi sebanyak 82.143 ton per bulan.

Saat ini, stok daging sapi tersedia 293.675 ton.

Adapun kebutuhan daging ayam sekitar 1,3 juta kilogram/bulan. Sedangkan ketersediaan mencapai 2 juta kilogram. 

"Jadi, stok sangat mencukupi. Harga juga tidak meningkat tajam," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved