Berita Pati
Melihat Potensi Bisnis Pembibitan Lobster Air Tawar di Pati
“Dulu karena proyek di pekerjaan saya sepi, saya berpikir untuk usaha di rumah. Saya cari referensi, bisnis lobster air tawar harganya stabil."
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Empat tahun lalu, yakni pada 2017, Rizky Firdaus Ananta (30) memutuskan untuk menekuni usaha pembibitan lobster air tawar.
Sebelumnya, dia bekerja sebagai konsultan perencanaan wilayah di Semarang.
“Dulu karena proyek di pekerjaan saya sepi, saya berpikir untuk usaha di rumah.
Baca juga: Gara-gara Suami Jarang Pulang, Istri Bakar Motor Suami: Enak Betul, Saya yang Cicil
Baca juga: Polisi Pastikan DL Meninggal Minum Alkohol Campur Sirup Obat Batuk 15 Saset
Baca juga: Pemudik Ke Sragen Langsung Tes Swab, Reaktif Langsung Isolasi di Technopark
Baca juga: Setelah KKB di Papua Disebut Teroris, Densus 88 Bisa Tangkap Pendukungnya di Medsos
Saya cari referensi, bisnis lobster air tawar harganya stabil.
Prospek menjanjikan,” kata dia ketika ditemui di kediamannya, Desa Maitan RT 2 RW 3, Kecamatan Tambakromo, Sabtu (1/5/2021).
Setelah belajar secara otodidak lewat video Youtube ditambah mengambil kursus dari pembudidaya lobster di Sukoharjo, Rizky mengeluarkan modal sekira Rp 3 juta untuk membeli dua set indukan lobster dan membuat kolam pembibitan di halaman rumahnya.
“Saya beli dua set indukan.
Tiap set itu terdiri atas enam betina dan empat jantan.
Lalu saya buat kolam dari rangka kayu dan geomembran.
Dua set indukan dimasukkan campur dalam satu kolam.
Nanti mereka kawin secara alami,” jelas alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
Rizky mengatakan, untuk membuat kolam berukuran 6 meter persegi, dia mengeluarkan biaya antara Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu.
Ukuran kolam sedemikian cukup untuk menampung enam set indukan.
“Saya juga menyiapkan shelter dari pralon untuk tempat lobster bersembunyi.
Kemudian filter air.