Tadarus
Puasa dan Teori Sigmun Freud
Dengan laku lapar dan dahaga, puasa merupakan alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan spiritual manusia.
Taqwa sebagai tujuan akhir dari ibadah puasa, tidak akan dapat dicapai tanpa proses pembersihan diri. Cahaya ruhaniah tidak akan mampu menembus hati yang dipenuhi dengan dosa dan maksiat. Ketiga, Ikhsan. Melalui puasa pula seorang muslim diajarkan untuk selalu membiasakan diri berbuat baik. Berbuat baik kepada Allah melalui disiplin ibadahnya; setiap saat digerakkan bibir dan lidahnya untuk berdzikir dan membaca Al Quran, ditegakkan kakinya untuk shalat malam, dipenuhinya waktu sahur dengan istighfar. Selain itu juga berbuat baik kepada sesama makhluk Allah; dibiasakannya memperbanyak sedekah, menolong orang lain, menggembirakan yang susah, dan meringankan beban yang berat, akan membentuk karakter orang yang memiliki jiwa paripurna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/prof-masrukhi.jpg)