Berita Blora
Tips Singkat Mengetahui Makanan yang Mengandung Bahan Berbahaya, Jangan Beli Jika Ada Bintik
Lantas bagi masyarakat yang tidak memiliki alat sorot sinar UV, bisa mengetahuinya dengan melihat makanan secara detail
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Dinas Kesehatan Blora dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menemukan kerupuk yang dijual di Pasar Jepon Blora mengandung bahan berbahaya berupa Rhodamin B.
Untuk itu, perlu hati-hati dalam memilih makanan.
Menurut Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM Semarang, Agung Suprianto, bahwa makanan yang mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil itu bisa diketahui secara kentara ketika disorot menggunakan sinar UV biru.
Warna pada makanan terpendar saat disorot sinar UV biru. Trik ini bisa digunakan untuk makanan berwarna merah.
Lantas bagi masyarakat yang tidak memiliki alat sorot sinar UV, bisa mengetahuinya dengan melihat makanan secara detail.
Biasanya, makanan yang mengandung pewarna berbahaya terdapat bintik-bintik.
“Kenapa terdapat bintik, karena warna tersebut tidak bisa menyatu atau homogen. Kalau pakai pewarna makanan homogen ,” ujar Agung, saat ditemui di Pasar Jepon, Blora.
Kemudian bahan berbahaya lain yang acap kali dicampurkan ke dalam makanan adalah formalin.
Makanan yang dicampur formalin memiliki tekstur lebih kenyal dari makanan sejenisnya.
Misalnya, kata Agung, tahu atau bakso yang dicampur dengan formalin itu tidak pecah saat dijatuhkan.
“Biasanya, kalau kita jatuhkan dari jarak dekat pun akan pecah,” ujarnya.
Memang efek samping dari konsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut tidak langsung tampak.
Akan tetapi, dampak jangka panjangnya berbahaya. Di antaranya dampak karsinogenik yang menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh.
“Kami berpikir, untuk generasi kita 10 tahun 15 tahun ke depan, kalau dari usia SD sampai bertahun-tahun mengonsumsi ini kan berbahaya,” kata Agung. (*)