Ramadan 2021
Dinkes dan DisdagkopUKM Kab Tegal Sidak ke Swalayan, Temukan Produk Kadaluwarsa dan Kemasan Rusak
Sejak pagi, tim dari Satgas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bersama tim dari DisdagkopUKM melakukan sidak
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 tinggal menghitung hari, persiapan mulai dilakukan termasuk melaksanakan sidak ke beberapa pasar tradisional, swalayan, tempat grosir, untuk memantau bahan pangan apakah aman dan layak atau tidak.
Sejak pagi, tim dari Satgas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bersama tim dari DisdagkopUKM melakukan sidak ke beberapa tempat.
Mulai dari pasar Trayeman Slawi, pasar Banjaran Adiwerna, dilanjut ke Lotte Grosir Tegal, dan terakhir di Toserba Yogya.
Hasil dari sidak di dua swalayan yang berbeda, ditemukan beberapa produk yang sudah kadaluwarsa, ada juga yang hampir mendekati bulan kadaluwarsa, dan ada juga yang kemasannya rusak atau tidak sesuai urutan.
"Kalau di swalayan satu daerah Adiwerna tadi kami menemukan beberapa produk yang sudah kadaluwarsa seperti mie instan dan minuman. Selain itu juga ditemukan produk yang mendekati kadaluwarsa, padahal seharusnya karena produk berupa makanan tiga bulan sebelumnya harus sudah diretur," jelas Tim Satgas Obat dan Makanan Dinkes Kabupaten Tegal Toipah, pada Tribunjateng.com, Selasa (4/5/2021).
Ditanya mengenai jumlah temuannya berapa, Toipah mengaku sangat banyak karena tidak mungkin mengecek semuanya. Sehingga tadi ada 20an sampel makanan yang diperiksa.
Adapun untuk jenisnya sendiri beragam, ada makanan, minuman, bumbu dapur, dan masih banyak lagi.
"Jangan sampai masyarakat membeli tapi nanti ada laporan kalau ternyata kadaluwarsa. Menurut saya quality controlnya masih kurang," ujarnya.
Ditemui di lokasi, Store GM Lotte Grosir Tegal Edy Effendy menuturkan, kedepan pihaknya akan memperbaiki quality control dan semua yang dianjurkan tadi oleh tim sidak.
Penemuannya sendiri ada yang mendekati kadaluwarsa kurang tiga bulan, tapi ada juga produk yang sudah kadaluwarsa seperti minuman dan mie instan.
"Ya kedepan akan kami perbaiki lagi, kalau tim setiap hari kami ada yang selalu melakukan pengecekan produk. Tadi juga ada arahan semisal untuk produk mie diatur satu dus sama semuanya untuk seri dan lain-lainnya," ungkap Edy.
Bergeser ke Toserba Yogya Slawi, tidak jauh berbeda tim juga menemukan produk yang kadaluwarsa, hampir kadaluwarsa, dan kemasan yang rusak.
Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Tegal Amin Maskur, kurang lebih ada 10 item yang ditemukan baik kadaluwarsa, kemasan penyok, dan mendekati tanggal kadaluwarsa.
10 produk atau item yang dimaksud di antaranya kacang telur cap kura-kura ninja, susu bendera kemasan penyok (rusak), sarden Gaga kemasan rusak, susu diamond coklat, nugget mendekati kadaluwarsa, dan lain-lain.
"Sehingga selain mengecek tanggal kadaluwarsa, kemasan juga perlu diperhatikan. Karena ketika sudah penyok meski sedikit tetap lebih baik diganti atau retur (dikembalikan)," terang Amin.